Rencana Pelaksanaan Car Free Day di Palembang
Pemerintah Kota Palembang terus mematangkan rencana pelaksanaan Car Free Day (CFD) sebagai destinasi olahraga mingguan bagi masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ruang publik yang aman dan nyaman bagi warga agar dapat menerapkan gaya hidup aktif dan sehat.
Rute atau jalur CFD akan membentang dari Jalan Jenderal Sudirman (Simpang RS Charitas) melintasi ikon jembatan Ampera, hingga berakhir di Fly Over Jakabaring. Rencananya, agenda CFD ini akan dimulai setiap hari Minggu setelah Idul Fitri, dengan jam operasional mulai pukul 05.00 hingga 09.00 WIB.
Tujuan dan Manfaat CFD
Walikota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan bahwa program ini merupakan inisiatif bersama dengan Wakil Walikota Prima Salam. Ia menyatakan bahwa CFD dirancang sebagai ruang olahraga bersama bagi masyarakat. Warga bisa berjalan kaki, berlari, bersepeda, hingga melakukan aktivitas kebugaran lainnya tanpa gangguan pengendara bermotor.
Tujuan utama dari CFD adalah mengurangi polusi udara, menggalakkan olahraga pagi hari, serta memberdayakan UMKM. Nantinya, acara ini juga akan menjadi wadah untuk menyalurkan bakat seni dan budaya masyarakat.
Selain fokus pada kesehatan masyarakat, melalui aktivitas fisik di ruang terbuka, CFD juga akan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi pelaku UMKM. Pemerintah berkomitmen melibatkan sektor usaha mikro agar tetap tumbuh, selaras dengan aktivitas publik tersebut.
Persiapan dan Koordinasi
Untuk memastikan kelancaran acara, Pemkot Palembang akan melakukan koordinasi lanjutan dengan pihak kepolisian terkait rekayasa lalu lintas dan aspek keamanan. Langkah ini penting mengingat jalur yang digunakan merupakan urat nadi transportasi di kota Palembang.
Langkah selanjutnya Pemkot akan melakukan pembahasan teknis secara mendalam, mulai dari pengaturan jalur khusus olahraga hingga penyiapan fasilitas pendukung lainnya.
Status Car Free Night
Di sisi lain, untuk Car Free Night (CFN) di Jalan Kolonel Atmo Palembang, Ratu Dewa memastikan jika saat ini masih dalam proses penataan untuk dirapikan terlebih dahulu dengan koordinasi bersama Pemprov Sumsel mengingat kawasan itu masuk jalan provinsi.
CFN Jalan Atmo sendiri dikembangkan menyerupai kawasan Pedestrian Jalan Jenderal Sudirman Palembang yang sebelumnya pernah menjadi icon kota.
“Kalau Car Free Night, masih ada kendala dengan menunggu dari provinsi karena asetnya milik mereka, sehingga dirapikan dulu setelah rapi semua (baru mulai). Kalau dari sosialisasi dan sebagainya tinggal jalan. Tetapi kalau habis lebaran belum untuk Car Free Night, tetapi kalau Car Free Day bisa jalan,” pungkasnya.





