Ratusan rumah terendam banjir, warga hampir tersengat listrik

Banjir Kalsel 1
Banjir Kalsel 1

Banjir di Kecamatan Wonosari, Bondowoso Mengancam Kesejahteraan Warga

Pada Senin (2/3/2026) malam, hujan deras yang mengguyur wilayah Bondowoso menyebabkan sebanyak 30 rumah warga terendam banjir. Banjir ini terjadi di Kecamatan Wonosari, dengan rincian 25 rumah berada di Desa Wonosari dan 5 rumah di Desa Kapuran. Genangan air mencapai paha orang dewasa dan merendam perabotan rumah tangga warga.

Bunda Yati, salah satu warga Desa Wonosari, menceritakan bahwa hujan mulai turun sekitar pukul 17.30 WIB. Saat waktu berbuka puasa tiba, air mulai menggenangi area dapurnya. Perlahan, air masuk ke seluruh ruangan di rumahnya. Ini adalah kali ketiga banjir terjadi di daerah tersebut, namun kondisi kali ini paling parah dibandingkan sebelumnya.

Genangan banjir membuat seluruh barang elektronik seperti kulkas dan mesin cuci, serta perabotan rumah tangga, mengambang. Saat berusaha menyelamatkan berkilo-kilo tembakau dagangannya, suami Bunda Yati nyaris tersengat listrik. Beruntung, ia segera mematikan sakelar utama.

Menurut Bunda Yati, banjir ini diduga terjadi karena saluran pembuangan yang tidak memadai. Gorong-gorong aliran air terlalu kecil dan ada bangunan di atas sungai. Akibatnya, saat hujan deras, debit air tidak tertampung sehingga meluap ke pemukiman warga.

Langkah Pemerintah Daerah untuk Mengatasi Masalah

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid bersama jajaran meninjau langsung rumah warga yang terdampak. Ia juga melihat langsung tim gabungan yang terdiri dari BPBD, PMI, TNI-Polri, serta Pemerintah Desa dan Kecamatan yang melakukan penyedotan air dari rumah warga. Selain itu, ia juga meninjau saluran yang diduga menjadi penyebab air meluap.

Menurut Bupati Abdul Hamid Wahid, pihaknya akan segera melakukan normalisasi saluran air yang tersumbat. Bahkan, direncanakan ada satu titik bangunan yang akan dibongkar. Langkah ini diambil mengingat informasi bahwa telah terjadi tiga kali banjir dalam beberapa pekan terakhir.

“Insyaallah besok bantuan dari BPBD akan segera disalurkan,” ujarnya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, seperti rutin membersihkan saluran air secara gotong royong. “Jika kendalanya bersifat teknis dan tidak mampu ditangani sendiri, silakan berkoordinasi dengan dinas terkait,” pungkasnya.

Dampak Lain di Wilayah Bondowoso

Selain banjir di Wonosari, terdapat kejadian lain yakni lima rumah di bantaran sungai mengalami keretakan akibat derasnya arus di Kelurahan Blindungan, Kecamatan Bondowoso. Kemudian, satu rumah terdampak hujan deras dan angin kencang di Kelurahan Badean, serta satu rumah di Desa Sukowiryo, Kecamatan Bondowoso, dilaporkan tersambar petir.

Penyebab dan Solusi Jangka Panjang

Banjir yang terjadi di Kecamatan Wonosari tidak hanya disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, tetapi juga oleh faktor-faktor struktural seperti saluran yang sempit dan adanya bangunan di atas sungai. Hal ini menunjukkan bahwa penanganan banjir tidak cukup hanya dilakukan secara darurat, tetapi diperlukan solusi jangka panjang.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Normalisasi saluran air – Membuat saluran yang lebih lebar dan efisien agar dapat menampung debit air saat hujan deras.
  • Pembongkaran bangunan di atas sungai – Memastikan bahwa tidak ada penghalang yang menghambat aliran air.
  • Peningkatan kesadaran masyarakat – Melibatkan warga dalam kegiatan pembersihan saluran air secara rutin.
  • Koordinasi dengan dinas terkait – Memberikan akses bagi masyarakat untuk mengajukan masalah jika tidak mampu menyelesaikan sendiri.

Dengan pendekatan yang holistik, diharapkan banjir di wilayah Bondowoso dapat diminimalkan dan mencegah kerugian yang lebih besar di masa depan.


Pos terkait