Rayakan Cap Go Meh, Kelenteng Sijuk Dipenuhi Lampion dan Penyanyi Mandarin

20250214 Cover Cap Go Meh Sijuk
20250214 Cover Cap Go Meh Sijuk

Perayaan Cap Go Meh 2026 di Kelenteng Sijuk Akan Berlangsung Meriah

Perayaan Cap Go Meh 2026 di Kelenteng Sijuk akan berlangsung dengan penuh semarak. Rangkaian acara yang digelar pada Selasa malam (3/3/2026) hingga menjelang tengah malam akan dihiasi oleh ribuan lampion serta tata pencahayaan yang menarik. Tidak hanya itu, pesta kembang api juga akan menjadi bagian dari perayaan tersebut.

Panitia penyelenggara telah menyiapkan hadiah menarik seperti satu unit motor dan angpao jutaan rupiah. Selain itu, mereka juga mengundang penyanyi Mandarin terbaik di Indonesia untuk memeriahkan acara.

“Setiap tahun, perayaan di Kelenteng Sijuk semakin meriah sejak kepengurusan Bapak Ationg. Donatur juga terus bertambah,” ujar Sekretaris Yayasan Kelenteng Sijuk, Ayie Gardianysah, pada Senin (2/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa Cap Go Meh merupakan penutup dari rangkaian perayaan Imlek yang berlangsung selama 15 hari. Setelah perayaan ini, umat Tionghoa kembali menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasanya.

“Setelahnya, kita kembali ke profesi masing-masing, yang bekerja kembali bekerja, guru kembali mengajar, siswa kembali ke sekolah,” katanya.

Menurut Ayie, secara tradisi, Cap Go Meh awalnya adalah adat masyarakat Tionghoa yang kemudian diadopsi dalam ritual keagamaan. Dengan waktu berlalu, tradisi tersebut diadopsi oleh agama sehingga memiliki rangkaian ritual tertentu.

“Intinya, malam ibadah, berdoa, dan bersyukur bahwa tahun ini kita lewati dengan baik,” ujarnya.

Rangkaian persiapan dimulai dengan pembersihan rumah ibadah, dilanjutkan dengan sembahyang, hiburan, serta makan malam bersama. Puncak perayaan akan digelar pada Selasa malam untuk menyambut hari Cap Go Meh yang jatuh pada Rabu.

Karena tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadan, panitia melakukan penyesuaian jadwal sebagai bentuk penghormatan kepada umat Muslim.

“Ibadah di kelenteng tetap berjalan, hanya hiburannya saja yang menunggu setelah tarawih. Ini bentuk penghormatan kami terhadap Ramadan,” ungkapnya.

Sejak perayaan Imlek lalu, kelenteng sudah dihias dengan pemasangan tata pencahayaan oleh konsultan khusus. Tak hanya itu, sekitar 2.000 lampion dipasang mulai dari area kelenteng, panggung hiburan, jembatan hingga jalan sekitar.

Perayaan tahun ini merupakan Cap Go Meh keempat yang digelar di Kelenteng Sijuk dan menjadi perayaan ketiga sejak renovasi kelenteng dilakukan.

Menurutnya, hingga saat ini Kelenteng Sijuk terus berbenah bukan hanya sebagai rumah ibadah, tetapi juga destinasi wisata di Kecamatan Sijuk.


Pos terkait