Dari Tauhid hingga Fikih Kehidupan, Ini Pesan Haedar Nashir di Munas Tarjih XXXIII

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURABAYA – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan sejumlah catatan penting mengenai fondasi dan perkembangan pemikiran ketarjihan Muhammadiyah saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih ke-XXXIII di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Kamis (5/11).
Haedar menekankan bahwa warisan pemikiran keislaman yang telah dibangun para pendahulu harus terus dikembangkan agar mampu menjawab tantangan kehidupan umat dan dinamika zaman.
Haedar juga menegaskan pentingnya memahami Muhammadiyah sebagai arsitektur pergerakan yang utuh, dengan tiga pilar utama, yakni agama, ideologi, dan sistem pergerakan.
Menurutnya, fondasi pemikiran Islam Muhammadiyah berakar pada ajaran Kiai Haji Ahmad Dahlan, termasuk tujuh ajaran Ahmad Dahlan, 17 kelompok ayat Al-Qur’an beserta pengamalannya, terutama pemahaman terhadap Surah Al-Ma’un dan Al-‘Ashr, serta landasan teologis pendirian Muhammadiyah yang merujuk pada Surah Ali Imran ayat 104 dan 110.
Kutipan awal dari Muhammadiyah, ditulis oleh timredaksi. Hak cipta artikel milik penerbit.




