Reaksi Tiongkok terhadap Perang Israel-Amerika, Dukung Iran Bertahan

132101519 Capture 25
132101519 Capture 25

Pernyataan Menteri Luar Negeri China Terkait Serangan AS-Israel terhadap Iran

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, dalam sebuah panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan dukungan penuh Beijing terhadap Teheran dalam membela diri terhadap serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pernyataan ini disampaikan pada Senin (2/3/2026), seiring dengan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel telah menewaskan ratusan orang di Iran sejak Sabtu (28/2/2026). Dalam responsnya, Teheran meluncurkan gelombang rudal dan drone ke Israel, negara-negara Teluk, serta pangkalan militer Inggris di Siprus. Wang Yi menekankan bahwa China menghargai persahabatan tradisional antara kedua negara dan mendukung Iran dalam mempertahankan kedaulatan, keamanan, integritas wilayah, serta martabat nasionalnya.

Selain itu, China juga mendesak AS dan Israel untuk segera menghentikan operasi militer mereka, mencegah peningkatan ketegangan, dan menghindari perluasan konflik ke seluruh kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan melalui stasiun televisi pemerintah, CCTV.

Tanggapan China terhadap Kekerasan Militer

Dalam percakapan telepon terpisah dengan Menteri Luar Negeri Oman, Wang Yi menuduh AS dan Israel “melanggar tujuan dan prinsip piagam PBB” dengan sengaja memicu perang melawan Iran. Ia menegaskan bahwa China siap berperan konstruktif, termasuk menegakkan keadilan, mengupayakan perdamaian, dan menghentikan perang melalui platform Dewan Keamanan PBB.

Sementara itu, dalam percakapan dengan Jean-Noel Barrot dari Prancis, Wang memperingatkan dunia akan risiko kembali ke hukum rimba. Ia menekankan bahwa negara-negara besar tidak boleh secara sewenang-wenang menyerang negara lain hanya karena keunggulan militer mereka. Selain itu, ia menyoroti pentingnya menyelesaikan masalah nuklir Iran melalui jalur politik dan diplomatik.

Konteks Serangan AS-Israel terhadap Iran

Serangan terhadap Iran terjadi setelah AS meningkatkan kehadiran militer terbesarnya di kawasan tersebut dalam beberapa dekade. Otoritas Israel dan AS telah menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk melacak pergerakan para pemimpin senior Iran. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa “pemboman berat dan tepat sasaran” di Iran akan terus berlangsung.

Pangkalan militer AS di kawasan tersebut tetap menjadi target potensial serangan Iran. Meski begitu, AS telah memberi sinyal bahwa mereka bersedia berbicara dengan para pemimpin baru Iran. Di sisi lain, beberapa pemimpin di Kongres AS telah memprotes peluncuran serangan tanpa otorisasi kongres.

Peran Israel dalam Konflik

Israel memandang Iran sebagai ancaman eksistensial dan telah lama berupaya mengakhiri program nuklir dan rudal balistik Iran. Selain itu, Israel juga menargetkan kelompok-kelompok sekutu seperti Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon. Kini, Israel berjanji akan melakukan serangan “tanpa henti”, bahkan menyebutkan bahwa 100 jet tempur dapat menyerang target di Teheran secara bersamaan.

Seorang pejabat senior Iran mengisyaratkan bahwa tidak akan ada negosiasi dengan AS, sementara Palang Merah Iran melaporkan setidaknya 555 orang tewas di Republik Islam tersebut. Serangan udara oleh Israel dan AS terjadi di Iran, dan pasukan Israel menghantam target di Lebanon selatan yang menewaskan 31 orang.

Dampak Regional dan Global

Perang yang dimulai dengan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah membuat konflik semakin intens. Pada tahun lalu, Israel pernah mengusulkan rencana kepada Trump untuk membunuh Khamenei, dan kini rencana tersebut terwujud.

Warga Israel bergegas ke tempat perlindungan sepanjang akhir pekan, meskipun sebagian besar serangan Iran berhasil dicegah. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim kemenangan bagi keamanan Israel, namun risiko masih ada dari kelompok-kelompok yang didukung Iran seperti pemberontak Houthi di Yaman.

Konflik saat ini lebih intens daripada perang Israel-Iran tahun lalu, di mana AS ikut campur menjelang akhir dengan mengebom situs nuklir Iran. Kini, ratusan serangan rudal dan drone Iran telah memaksa warga di negara-negara Teluk untuk mengungsi.

Dampak Ekonomi dan Energi

Harga minyak melonjak tajam ketika perdagangan pasar dimulai pada hari Minggu karena pedagang bertaruh bahwa pasokan dari wilayah penting akan melambat atau berhenti. Serangan di dan dekat Selat Hormuz, titik rawan minyak terpenting di dunia, juga meningkatkan kekhawatiran tentang pasokan.

Sebagai tanggapan, delapan negara yang merupakan bagian dari kartel minyak OPEC+ mengatakan mereka akan meningkatkan produksi minyak mentah.


Pos terkait