Real Madrid Kalah dari Getafe, Arbeloa: Apakah Ini Kesalahan Saya? Tentu Saja

Pelatih Alvaro Arbeloa Mengaku Tersingkirnya Real Sged
Pelatih Alvaro Arbeloa Mengaku Tersingkirnya Real Sged

Kekalahan Real Madrid dari Getafe dalam Pertandingan LaLiga

Real Madrid mengalami kekalahan 0-1 dari Getafe dalam pertandingan pekan 26 LaLiga, Liga Spanyol 2025-2026 di Stadion Santiago Bernabeu. Kekalahan ini menjadi yang kedua beruntun bagi tim asuhan Alvaro Arbeloa setelah sebelumnya kalah dari Osasuna. Hasil ini membuat Real Madrid tetap tertinggal empat poin dari Barcelona di puncak klasemen.

Gol tunggal pada laga ini dicetak oleh Martin Satriano pada menit ke-39 melalui tendangan voli dari luar kotak penalti. Meskipun Real Madrid memiliki penguasaan bola sebesar 77,1 persen dan melepaskan 18 tembakan, mereka gagal memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Sementara itu, Getafe hanya melepaskan sembilan tembakan, namun satu di antaranya berhasil menjebol gawang Real Madrid.

Sebelum pertandingan ini, Real Madrid telah memenangkan 16 pertandingan kandang beruntun melawan Getafe di LaLiga. Rekor terbaik mereka adalah saat menghadapi Racing Santander dari tahun 1952 hingga 1994 dengan 18 kemenangan beruntun. Namun, kali ini Getafe berhasil meraih kemenangan pertama mereka atas Real Madrid dalam 16 pertemuan di LaLiga, termasuk dua hasil imbang dan 14 kekalahan sebelumnya.

Kemenangan ini membawa Getafe naik ke posisi 11 di klasemen LaLiga 2025-2026, menggeser Girona dan Sevilla. Sementara itu, Real Madrid harus menerima kekalahan yang memperparah tekanan di bursa gelar.

Tanggung Jawab Pelatih Real Madrid

Setelah pertandingan, pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, mengambil tanggung jawab atas kekalahan ini. Ia menyatakan bahwa dirinya bertanggung jawab penuh atas performa buruk tim. “Saya tahu situasinya terlihat sangat suram; tidak banyak harapan ketika Anda kalah seperti ini,” ujarnya. Namun, ia tetap optimis bahwa Real Madrid masih memiliki kesempatan untuk mengejar Barcelona.

Arbeloa juga menyoroti beberapa masalah yang muncul selama pertandingan. “Kami menciptakan peluang yang jelas, tetapi kami bisa bermain lebih baik,” katanya. Ia menilai bahwa tim perlu meningkatkan agresivitas di lini serang dan memperbaiki strategi serangan. “Kami selalu cenderung mencari opsi mudah, yaitu Vinicius, tetapi kami membutuhkan lebar di kedua sayap.”

Ia juga menyampaikan bahwa wasit tidak memberikan keuntungan besar bagi Real Madrid. “Wasit membiarkan pertandingan ini berlanjut, dengan banyak penghentian dan pelanggaran,” tambahnya. Meski demikian, ia tidak mengkritik wasit karena mereka hanya melakukan apa yang diperbolehkan.

Susunan Pemain dan Performa Tim

Susunan pemain Real Madrid dalam pertandingan ini adalah [4-2-3-1] dengan Thibaut Courtois sebagai kiper. Di belakang, Trent Alexander-Arnold, Antonio Rüdiger, David Alaba, dan Álvaro Fernández Carreras bertugas sebagai bek. Lini tengah diisi oleh Aurélien Tchouaméni dan Thiago Pitarch Pinar. Di lini depan, Federico Valverde, Arda Güler, dan Vinicius Junior bermain.

Sementara itu, Getafe menggunakan formasi [5-4-1] dengan David Soria sebagai kiper. Di lini belakang, Diego Rico, Zaid Romero, Domingos Duarte, Sebastián Boselli, dan Juan Iglesias bertugas. Lini tengah diisi oleh Martin Satriano, Mauro Arambarri, Luis Milla, dan Kiko Femenía. Di depan, Luis Vasquez menjadi penyerang tunggal.

Pertandingan ini juga sempat diwarnai oleh kartu merah terhadap Franco Mastantuono dan Adrian Liso akibat protes serta mengulur waktu. Kiper Getafe, David Soria, tampil gemilang di 25 menit pertama dengan menggagalkan peluang Vinicius Junior dan memblokir tendangan sudut Arda Güler.

Kesimpulan

Kekalahan Real Madrid dari Getafe menjadi momok yang mengancam ambisi mereka untuk mempertahankan gelar LaLiga. Meski memiliki penguasaan bola yang dominan, Real Madrid gagal memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Dengan kekalahan ini, pelatih Alvaro Arbeloa akan segera melakukan evaluasi dan perbaikan strategi agar dapat bangkit dalam pertandingan-pertandingan berikutnya.




Pos terkait