Recky Langi Bocorkan Persiapan Paskah Nasional 2026 di Sulawesi Utara

Img 20260121 Wa0000 1
Img 20260121 Wa0000 1

Persiapan Paskah Nasional 2026 di Sulawesi Utara

Pada Senin, 2 Maret 2026, Tribun Manado Podcast menghadirkan Recky H Langie sebagai narasumber. Recky H Langie adalah Ketua Panitia Paskah Nasional 2026 di Sulawesi Utara. Topik yang dibahas dalam podcast ini adalah persiapan pelaksanaan Paskah Nasional 2026 di wilayah tersebut.

Acara ini berlangsung di Studio Tribun Manado, Jalan AA Maramis, Kelurahan Kairagi 2, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulut. Selain menjadi Ketua Panitia Paskah Nasional, Recky Langie juga menjabat sebagai staf khusus Gubernur Sulawesi Utara. Podcast dipandu oleh Pemimpin Redaksi Tribun Manado, Jumadi Mappanganro.

Inisiatif dan Peran Denominasi

Recky Langie menjelaskan bahwa kegiatan Paskah Nasional digagas oleh Pak Hashim Djojohadikusumo. Ia memiliki inisiatif dan kepekaan sosial terkait kegiatan-kegiatan kerohanian yang dapat membangun kebersamaan. Menurutnya, kegiatan ini harus melibatkan semua unsur denominasi. Di Sulawesi Utara, terdapat lebih dari seratus denominasi. Dalam rapat perdana, sekitar 40 denominasi hadir, dan hingga saat ini dukungan tetap luar biasa.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antar denominasi untuk menciptakan acara yang berkualitas. Ia mengajak seluruh denominasi untuk bersatu dan memberikan pemikiran agar bisa melahirkan suatu kegiatan yang terukur dan berkualitas.

Penunjukan Sulawesi Utara sebagai Tujuan

Awal mula penunjukan Sulawesi Utara sebagai tuan rumah bermula dari pertemuan antara Recky Langie dan Ketua Sinode GMIM dengan Hashim Djojohadikusumo. Ide ini muncul dari Hashim Djojohadikusumo sendiri. Momen ini dimulai dari silaturahmi, dan setelah Ketua Sinode GMIM terpilih, ia langsung mengusulkan penyelenggaraan di Sulawesi Utara.

Respons dari pihak ketua sinode dan teman-teman pengusaha sangat positif. Setelah pulang dari pertemuan tersebut, Recky Langie dan Ketua Sinode GMIM langsung menyampaikan informasi kepada denominasi, meskipun komposisi kepanitiaan belum lengkap. Rapat perdana dilakukan pada akhir bulan Februari, difasilitasi oleh Pemerintah Kota Manado, dan dihadiri sekitar 30 denominasi.

Pengambilan Keputusan dan Koordinasi

Setelah rapat perdana, Recky Langie dan Ketua Sinode GMIM langsung melaporkan kegiatan tersebut kepada Gubernur Sulawesi Utara. Respons dari Gubernur sangat positif, dan ia meminta untuk terus berkoordinasi agar acara bisa berjalan baik.

Setelah terbentuknya kepanitiaan, langkah-langkah persiapan dimulai. Recky Langie meminta agar utusan dari setiap denominasi memiliki kemampuan profesional. Hal ini dilakukan karena acara skala nasional memerlukan perencanaan yang matang. Dalam rapat kedua, mereka merancang layout acara, termasuk lokasi yang tepat.

Pemilihan Lokasi dan Fasilitas

Lokasi yang dipilih adalah Kawasan Megamas, khususnya daerah Pohon Kasih, karena memiliki kapasitas parkir yang besar dan dekat dengan hotel-hotel berbintang 4 ke atas. Selain itu, fasilitas pendukung seperti klinik darurat dan pos-pos minuman gratis disiapkan. Recky Langie juga menegaskan bahwa sistem pengamanan akan dikelola oleh APH (Aparatur Pengamanan Harian).

Acara dan Pertunjukan

Sebagian besar desain acara telah selesai, dengan 95% konsep sudah terbentuk. Atraksi budaya dari tiga etnis akan ditampilkan, termasuk tradisi dan budaya dari Minahasa, Sangihe, dan Bolmong. Selain itu, ada atraksi dari denominasi seperti Katolik, GPdI, Bethel, dan Bethany. Drama kolosal, parodi, dan orkestra juga akan menjadi bagian dari acara.

Kehadiran Tokoh dan Artis

Beberapa tokoh nasional, seperti Presiden, Menteri Agama, dan Paus, akan hadir. Selain itu, Judika dan artis-artis daerah juga akan tampil. Dukungan dana datang dari beberapa tokoh nasional, termasuk Hashim Djojohadikusumo dan Menteri Maruarar Sirait.

Perkiraan Jumlah Peserta dan Pengamanan Darurat

Perkiraan jumlah peserta mencapai minimal 50 ribu orang, bisa meningkat menjadi 100 ribu. Untuk pengamanan darurat, disiapkan 11 klinik darurat dan sarana umum seperti toilet umum. Ambulans sebanyak 50 unit juga akan disiapkan.

Tantangan dan Harapan

Hingga saat ini, tidak ada kendala signifikan dalam persiapan. Recky Langie mengatakan bahwa segala sesuatu dilakukan dengan penuh iman dan tanggung jawab. Ia juga menyampaikan harapan bahwa acara ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momen kebersamaan yang mencerminkan damai di Sulawesi Utara.

Seruan Perdamaian

Dalam acara nanti, akan ada sesi khusus untuk mendoakan perdamaian dunia. Recky Langie berharap acara ini menjadi laboratorium kebersamaan dan toleransi umat beragama.


Pos terkait