Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana Membutuhkan Waktu Panjang
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap proses rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah yang terkena dampak bencana di Sumatera. Menurutnya, upaya pemulihan ini tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat, melainkan memerlukan waktu bertahun-tahun.
“Tidak hanya bulanan, dua bahkan tiga tahun,” ujarnya saat berbicara di Onix Coffee and Space, Serang, pada Sabtu, 21 Februari 2026. AHY menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya mempercepat proses pemulihan infrastruktur dan wilayah yang terkena dampak bencana. Tidak hanya fasilitas umum, tetapi juga hunian-hunian yang rusak perlu dibangun kembali. Namun, rumah-rumah yang hancur harus dibangun di tempat lain karena kondisi tata ruang yang masih rentan terhadap banjir dan longsoran.
Pembangunan Hunian Sementara untuk Korban Banjir
Pemerintah sedang mengupayakan pembangunan 44.045 unit hunian sementara (huntara) untuk menampung korban banjir yang terdampak. Tempat tersebut dianggap lebih layak daripada pengungsian yang biasanya disediakan. Selain itu, kebutuhan logistik akan terus didistribusikan, dan konektivitas antar daerah akan diperbaiki secara bertahap.
“Tapi tentunya kami juga secara bertahap, ini proses yang cukup panjang,” tambah AHY.
Dampak Bencana di Tiga Provinsi
Sebelumnya, banjir melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada awal Desember 2025. AHY memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di wilayah terdampak sebesar Rp 51 triliun.
Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 22 Februari 2026, jumlah korban tewas di tiga provinsi tersebut mencapai 1.207 orang. Total pengungsi mencapai 32.553 orang, 138 orang hilang, dan 53 kabupaten/kota terdampak.
Kerusakan Fasilitas dan Rumah
Sebanyak 301.012 rumah di tiga provinsi mengalami kerusakan, dengan rincian sebagai berikut:
* 58.505 rumah rusak berat
* 66.785 rumah rusak sedang
* 175.722 rumah rusak ringan
Selain itu, fasilitas-fasilitas lain yang terdampak antara lain:
* 860 jembatan
* 2.165 kilometer jalanan
Proses Pemulihan yang Berkelanjutan
Proses pemulihan yang dilakukan oleh pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat. AHY menegaskan bahwa kementerian yang dipimpinnya akan terus bekerja sama dengan kementerian-kementerian lainnya agar proses pemulihan dapat berjalan efektif dan efisien.
Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, pemerintah tetap berkomitmen untuk memastikan bahwa masyarakat terdampak mendapatkan dukungan penuh dalam proses pemulihan. Meskipun membutuhkan waktu lama, upaya yang dilakukan diharapkan dapat memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.





