Rem Mobil Terasa Keras? Lakukan Ini untuk Kembali Normal

Aallgde
Aallgde



Pengereman mobil mulai bekerja saat kita menginjak pedal rem. Saat pedal rem dalam keadaan normal, cukup sedikit saja diinjak maka akan terasa kecepatan mobil berkurang. Namun, ada masalah yang sering muncul yaitu pedal rem lebih dalam saat diinjak.

Pedal rem yang lebih dalam saat diinjak ini membuat sensasi pengereman menjadi tidak pas dan berpotensi berbahaya.



Masalah pedal rem yang terlalu dalam ini ternyata disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kampas rem yang mulai tipis dan adanya angin palsu di dalam saluran minyak rem.

“Paling umum terjadi itu ada angin palsu di aliran minyak rem yang membuat tekanan pedal rem jauh lebih dalam,” ujar Andy dari bengkel Honda Clinic di Pondok Kopi, Jakarta Timur.



“Angin palsu ini harus dibuang dengan cara dilakukan bleeding di bagian master rem dan kaliper,” tambahnya. Aliran minyak rem yang menuju kaliper terhalang karena adanya gelembung angin palsu.

Gelembung angin palsu ini harus dibuang tanpa tersisa untuk mendapatkan tekanan pedal rem yang normal. Proses bleeding minyak rem ini tidak bisa dilakukan sendiri karena membutuhkan seseorang yang harus menginjak pedal rem.

Gelembung angin palsu ini bisa terjadi karena adanya panas yang tinggi pada proses pengereman. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pengecekan sistem pengereman minimal setiap 6 bulan sekali.

Selain itu, ganti minyak rem mobil juga disarankan setiap 40.000 kilometer atau sekitar 2 tahun sekali. Hal ini bertujuan untuk menjaga performa dan keamanan sistem pengereman mobil.

Faktor-Faktor Penyebab Pedal Rem Terlalu Dalam

  • Kampas rem yang tipis

    Kampas rem yang sudah aus dapat menyebabkan pedal rem terasa lebih dalam. Ini terjadi karena kampas tidak lagi mampu menahan tekanan secara efektif.

  • Adanya angin palsu di saluran minyak rem

    Angin palsu ini bisa masuk ke sistem pengereman akibat kebocoran atau kurangnya perawatan. Gelembung udara ini mengurangi tekanan minyak rem, sehingga mengganggu proses pengereman.

  • Suhu tinggi selama pengereman

    Panas yang berlebihan saat pengereman dapat memicu pembentukan gelembung udara dalam sistem minyak rem. Hal ini bisa terjadi jika pengemudi sering melakukan pengereman keras atau terus-menerus.

Cara Mengatasi Masalah Pedal Rem

  • Bleeding minyak rem

    Proses ini dilakukan untuk mengeluarkan angin palsu dari sistem pengereman. Bleeding biasanya dilakukan di bagian master rem dan kaliper.

  • Periksa kampas rem

    Pastikan kampas rem masih dalam kondisi baik. Jika sudah tipis, segera ganti agar tidak mengganggu proses pengereman.

  • Ganti minyak rem secara berkala

    Minyak rem memiliki masa pakai tertentu. Ganti sesuai rekomendasi pabrikan agar sistem tetap optimal.

Tips Perawatan Sistem Pengereman

  • Lakukan pengecekan sistem pengereman setiap 6 bulan sekali.
  • Hindari pengereman terlalu keras atau tiba-tiba.
  • Perhatikan suara atau gejala aneh saat menginjak pedal rem.
  • Jika merasa pedal rem terasa lebih dalam, segera bawa ke bengkel untuk diperiksa.

Dengan menjaga sistem pengereman secara rutin, keamanan berkendara dapat terjaga. Jangan abaikan tanda-tanda kerusakan pada sistem pengereman, karena bisa berdampak pada keselamatan diri dan orang lain.

Pos terkait