
Betrand Eka Prasetyo, seorang remaja berusia 18 tahun di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, meninggal dunia setelah diduga tertembak oleh oknum perwira polisi. Peristiwa ini terjadi saat Betrand sedang bermain ‘perang’ menggunakan senjata peluru jelly atau water gel blaster bersama teman-temannya di Jalan Toddopuli Raya, Panakkukang, Kota Makassar, pada Minggu (1/3) pagi lalu.
Permainan tersebut menarik perhatian Polsek Rappocini, yang kemudian memberitahukan kepada petugas kepolisian yang berada di dekat lokasi. Mereka melaporkan adanya kerumunan remaja yang diduga sedang tawuran. Oknum polisi yang berada di dekat lokasi langsung mendatangi tempat kejadian untuk memeriksa situasi. Saat itu, ia mencoba membubarkan kerumunan, namun tiba-tiba terdengar suara letusan dari senjata api yang mengenai korban.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa oknum polisi yang disebut-sebut melakukan penembakan terhadap anak remaja telah diproses secara hukum. “Kami sudah melakukan tindakan terhadap anggota kami yang melakukan tindakan penembakan terhadap korban,” ujar Arya saat dikonfirmasi pada Selasa (3/3) malam.

Arya menjelaskan bahwa oknum perwira polisi yang diberitakan bertugas di Polsek Panakkukang telah diperiksa secara intensif. “Telah dilakukan pemeriksaan secara intensif,” ucapnya. Ia menegaskan bahwa kasus ini akan diusut secara profesional dan transparan. Jika terbukti bersalah, maka oknum tersebut akan dikenai proses hukum sesuai dengan UU yang berlaku. “Melihat alasan, tindakan juga, apakah itu proper atau tidak, dan kalau ada tindak pidana, kita juga akan lakukan tindakan terhadap anggota kami yang melakukan (penembakan),” tegasnya.
Sementara itu, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Grestelina untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, karena peralatan tidak memadai, korban kemudian dirujuk ke RS Polri Bhayangkara Makassar. “Sempat dirujuk ke RS Bhayangkara tetapi nyawanya tidak tertolong,” katanya.
Menurut informasi yang diperoleh, korban diduga meninggal karena kehabisan darah. “Tapi sementara memang hasilnya, korban meninggal karena pendarahan yang cukup masif,” ujar dia. Hingga saat ini, korban dilaporkan telah dimakamkan.





