Pengadaan Mobil Dinas Gubernur Kaltim Menuai Kontroversi
Pengadaan mobil dinas baru untuk Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud telah menjadi sorotan publik. Mobil tersebut diperkirakan bernilai Rp 8,5 miliar dan mendapat kritik dari berbagai pihak. Isu ini juga menarik perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang menyoroti pentingnya penggunaan anggaran secara matang dan sesuai kebutuhan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa lembaga antirasuah tersebut mengamati isu pengadaan kendaraan mewah untuk gubernur. Menurutnya, belanja daerah harus direncanakan dengan matang dan sesuai kebutuhan. Proses pengadaan juga harus dilakukan secara transparan dan terbuka.
Budi menekankan bahwa sektor Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) merupakan area rawan korupsi. Berbagai modus seperti pengondisian, penyimpangan, mark-up harga, dan downgrade spek sering terjadi jika mekanisme tidak diawasi. Ia meminta seluruh instansi agar berbelanja berdasarkan asas kebutuhan fungsional.
Penjelasan Gubernur Kaltim
Gubernur Rudy Mas’ud merespons kritik publik dengan menyatakan bahwa mobil dinas diperlukan untuk menjaga marwah Kalimantan Timur. Wilayah ini kini menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga mobilitas gubernur tinggi dalam menerima tamu penting. Hingga saat ini, ia masih menggunakan kendaraan pribadi untuk bertugas.
“Kalimantan Timur adalah Ibu Kota Nusantara, miniatur Indonesia. Tamu bukan hanya kepala daerah se-Indonesia, tapi juga global. Masa iya kepala daerahnya pakai mobil (se)kadarnya. Kita jaga marwahnya Kaltim,” ujar Rudy.
Mobil dinas tersebut juga mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006, yang mengatur batasan kapasitas mesin untuk kendaraan kepala daerah. Sedan maksimal 3.000 cc dan jeep maksimal 4.200 cc.
Gaya Busana Istri Gubernur Disorot
Selain masalah mobil dinas, gaya berpakaian istri Gubernur Kaltim, Sarifah Suraidah, juga menjadi sorotan. Ia sering tampil dengan pakaian warna-warni dan model yang dianggap mencolok. Aksesorisnya juga kerap disorot, seperti perhiasan yang mencolok dan topi putih yang mirip noni Belanda.
Sarifah memberikan tanggapan melalui Instagram story-nya, menyatakan bahwa hidup hanya sekali dan ia ingin menjadi diri sendiri. Ia juga memilih memaafkan orang-orang yang mengejeknya.
Tanggapan Tim Ahli Gubernur
Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Bidang Komunikasi Politik dan Komunikasi Publik, Sudarno, menanggapi kritik tentang gaya busana Sarifah. Menurutnya, gaya berpakaian istri gubernur sudah seperti itu sejak lama, bahkan sebelum suaminya menjabat gubernur.
Sudarno menegaskan bahwa keluarga Rudy Mas’ud sudah mapan sejak lama. Ia berharap kritik publik lebih fokus pada kebijakan dan kinerja pemerintah. “Beliau sudah lama berkecukupan untuk membuat istrinya seperti ratu. Jadi bukan hal yang tiba-tiba karena jabatan,” katanya.
Tanggapan Soal Mobil Dinas
Sudarno juga menanggapi kritik soal mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar. Menurutnya, mobil tersebut direncanakan untuk menunjang aktivitas gubernur di lapangan dan menerima tamu resmi negara. Mobil hybrid dipilih karena infrastruktur pengisian daya listrik di Kaltim belum merata.
Hingga kini, mobil tersebut masih berada di Jakarta dan belum digunakan. Sudarno menyatakan bahwa gubernur siap mengikuti arahan pemerintah pusat apabila pengadaan tersebut perlu ditinjau ulang atau dibatalkan.





