Respons KPK, Gubernur Kaltim Bantah Mobil Mewah Rp8,5 Miliar untuk Dinas

Aa1xl6zs 3
Aa1xl6zs 3

Pengadaan Mobil Dinas Mewah untuk Gubernur Kaltim Jadi Sorotan

Pengadaan mobil dinas mewah untuk Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, menjadi sorotan publik. Kritik yang datang dari masyarakat bahkan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat pihak terkait akhirnya membatalkan rencana pengadaan mobil senilai Rp8,5 miliar.

Rudy Mas’ud sempat membela diri dengan alasan kebutuhan mobilitas tinggi daerah tersebut sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun, akhirnya ia memutuskan untuk membatalkan rencana tersebut setelah mendapat tekanan dari berbagai pihak.

Respons Positif dari KPK

Menurut Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, pembatalan ini merupakan respons positif terhadap kritik masyarakat dan menunjukkan bahwa kepala daerah bersedia mendengarkan masukan dari berbagai pihak. Ia juga mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam mengawal proses pemerintahan, terutama dalam sektor pengadaan barang dan jasa (PBJ) yang rentan terhadap penyelewengan.

Budi menekankan pentingnya menelaah skala prioritas dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pengadaan fasilitas pejabat harus didasarkan pada kebutuhan riil, bukan sekadar keinginan. Selain itu, pemerintah daerah diwajibkan melakukan pengecekan aset eksisting sebelum membeli kendaraan baru, agar tidak terjadi pemborosan anggaran.

Peran Masyarakat dalam Pengawasan

KPK menyoroti esensi dari setiap pembelanjaan uang negara. Di tengah terbatasnya anggaran, pemerintah pusat maupun daerah harus mempertimbangkan urutan urgensi pembelanjaan. Hal ini menjadi penting untuk memastikan bahwa dana yang digunakan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Sebelumnya, KPK juga sempat mewanti-wanti Pemprov Kaltim mengenai rawannya sektor pengadaan barang dan jasa dari praktik korupsi seperti pengondisian lelang, mark-up harga, hingga penurunan spesifikasi (downgrade spek).

Pembatalan Pengadaan Mobil oleh Gubernur

Pembatalan pengadaan mobil mewah ini diumumkan langsung oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, melalui akun Instagram pribadinya. Ia memastikan bahwa pembatalan ini tidak akan mengganggu kinerja pemerintahan maupun pelayanan publik di wilayahnya. Rudy juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas polemik yang terjadi di masyarakat.

“Di bulan yang penuh maghfirah, teriring permohonan maaf kami kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kaltim. Kami mengucapkan terima kasih atas masukan masyarakat, kritik yang membangun. Insya Allah akan menjadi energi bagi kami,” kata Rudy.

Sebelumnya, Rencana Pengadaan Mobil Menuai Sorotan

Sebelum pembatalan, rencana pengadaan mobil senilai Rp8,5 miliar ini menuai sorotan tajam. Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, bahkan sempat menyarankan agar rencana tersebut ditinjau ulang karena berpotensi melanggar prinsip efisiensi anggaran. Rudy sempat membela diri dengan alasan mobilitas tinggi Kaltim sebagai wilayah penyangga IKN yang kerap menerima tamu global, sehingga memerlukan kendaraan yang bisa menjaga maruah daerah.

Namun, desakan publik akhirnya membuat Pemprov Kaltim mundur dari rencana tersebut.

Gaya Pakaian Istri Gubernur Jadi Sorotan

Sarifah Suraidah, istri Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud, menjadi sorotan karena gaya berpakaiannya yang dianggap berlebihan. Ia sering terlihat memakai pakaian warna-warni dengan model yang cukup heboh. Aksesoris yang dipakainya juga disorot, seperti perhiasan mencolok yang menghiasi jari tangan, telinga, hingga lehernya.

Tak lupa, saat ia bertemu dengan seorang penjual sayur, Sarifah mengajak sang penjual untuk ngobrol sejenak dan memberikan uang tunai untuk membantu si penjual sayur. Namun yang menjadi sorotan justru pakaian yang dikenakannya.

Tanggapan Sarifah dan Tim Ahli

Sarifah akhirnya memberikan tanggapan atas kritik yang diterimanya. Ia menanggapi keviralan ini melalui sebuah unggahan di Instagram story-nya. “Baju dan gayanya kok berlebihan??” tulis Sarifah mewakili komentar netizen. Ia pun memilih untuk hidup sesuai keinginannya.

“Hidup cuma sekali, hidup gak bisa diputar lagi. Lakukan apa yang mau dilakukan,” tulis Sarifah. Terlebih ia hidup bukan untuk menyenangkan banyak orang. Ia pun memilih untuk menjadi diri sendiri.

“Kita gak hidup buat untuk menyenangkan, jadilah diri sendiri,” lanjutnya. Sarifah juga mengunggah cuplikan ceramah soal membalas perlakuan orang. Ia pun memilih memaafkan orang-orang yang sudah mengejeknya.

“Maafkan semua orang, insya Allah,” tulisnya.

Penjelasan dari Tim Ahli

Belakangan ini sorotan tajam mengarah pada Gubernur Kaltim Rudy Masud, termasuk soal gaya busana istrinya, Sarifah Suraidah, yang dinilai terlalu glamor. Menanggapi hal ini, Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Bidang Komunikasi Politik dan Komunikasi Publik, Sudarno, memberikan jawaban.

Sudarno meminta agar kritik dari masyarakat tidak menyeret ke wilayah personal. Menurutnya, gaya busana Sarifah memang sudah seperti itu sejak sebelum suaminya menjadi gubernur. “Itu sudah puluhan tahun seperti itu. Bukan pada saat jadi gubernur ini,” ujarnya.

Sudarno menambahkan bahwa latar belakang keluarga tersebut memang sudah mapan sejak lama. Ia berharap kritik publik lebih diarahkan pada kebijakan dan kinerja pemerintah. “Beliau sudah lama berkecukupan untuk membuat istrinya seperti ratu. Jadi bukan hal yang tiba-tiba karena jabatan,” katanya.

Menyangkut tudingan dinasti politik, Sudarno menyatakan bahwa dalam sistem demokrasi, setiap warga negara memiliki hak politik yang sama selama tidak melanggar aturan hukum. “Kalau tidak dibolehkan, ya buat aturan yang melarang. Tapi kalau secara demokrasi dibolehkan, itu hak,” katanya.

Ia berpendapat bahwa persoalan ini lebih kepada wilayah etik dan keputusan akhir tetap berada di tangan masyarakat sebagai pemilih dalam pemilu langsung. “Kalau masyarakat tidak setuju, jangan dipilih. Tapi kalau dipilih dan menang, berarti itu pilihan rakyat,” ujarnya.

Pemerintah daerah menyatakan terbuka terhadap kritik dari masyarakat. Sudarno menyebut masukan publik sebagai bentuk kepedulian terhadap jalannya pemerintahan di Kalimantan Timur. “Kami berterima kasih atas kritik. Itu vitamin bagi pemerintah,” ujarnya.

Pos terkait