Kembalinya Muhammad Riyandi ke Starting XI Persis Solo
Muhammad Riyandi menunjukkan performa yang luar biasa dalam pertandingan melawan Persik Kediri, Minggu (1/3/2026). Ia mendapatkan kesempatan untuk tampil kembali setelah lama ditepikan oleh pelatih Persis Solo, Milomir Seslija. Respons yang diberikan oleh Riyandi sangat memuaskan, terutama dalam situasi krusial saat tim sedang berjuang untuk meraih kemenangan.

Ini adalah pertama kalinya Riyandi tampil di bawah mistar Persis Solo pada putaran kedua Super League 2025-2026. Ia masuk di babak kedua pertandingan melawan Persik Kediri, Minggu malam. Pemain asal Indonesia ini sebelumnya jarang mendapat kesempatan bermain karena kalah saing dengan rekrutan asing baru, Vukasin Vranes.

Vukasin Vranes menjadi pilihan utama Milomir Seslija sejak ia didatangkan pada bursa transfer paruh musim 2025-2026. Pelatih asal Serbia itu mengungkapkan bahwa Riyandi butuh pesaing hebat untuk meningkatkan performa Persis Solo. Akibatnya, Riyandi diparkir dalam lima laga beruntun dan hanya diberi kesempatan bermain saat lawan Persik Kediri.

Pada laga tersebut, Riyandi menggantikan Vukasin di babak kedua. Ia menjawab kepercayaan yang diberikan oleh pelatih dengan penampilan yang sangat baik. Salah satu momen penting adalah saat ia berhasil menepis sepakan penalti dari Ezra Walian di babak kedua. Ini membantu Persis Solo menjaga gawangnya tetap tidak kebobolan lebih banyak.
Momen krusial lainnya terjadi ketika Roman Paparyga mencetak gol kemenangan bagi Persis Solo dengan skor akhir 2-1 atas Persik Kediri. Riyandi dinobatkan sebagai player of the match dalam pertandingan ini.
“Yang pertama saya mengucapkan syukur alhamdulillah kita mendapatkan hasil yang kita inginkan,” ujar Riyandi usai laga. “Meraih 3 poin perdana musim ini di Manahan. Saya harap ke depannya kita bisa terus memaksimalkan pertandingan, meraih poin demi poin.”
Keputusan Berisiko Milomir Seslija
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengaku mengambil risiko besar dengan memasukkan Riyandi untuk menggantikan Vukasin Vranes. Tujuan dari keputusan ini adalah untuk memaksimalkan jumlah pemain asing di lapangan dengan memainkan Jefferson Carioca. Dengan demikian, Persis memiliki peluang besar untuk memenangi laga.
Keputusan ini ternyata berhasil. Riyandi tampil sebagai pahlawan dengan menepis penalti dari Ezra Walian. Di sisi lain, Jefferson Carioca juga memberikan kontribusi besar atas gol kemenangan Persis Solo. Ia melakukan umpan yang diblok oleh pemain belakang Persik sebelum dieksekusi oleh Roman Paparyga.
“Saya tahu banyak orang mempertanyakan pergantian Vukasin meskipun menampilkan permainan terbaik,” kata Milomir Seslija. “Tetapi saya mengambil resiko ini hanya untuk menang. Dan saya membuat keputusan memasukan Riyandi karena dia berkembang dalam latihan.”
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada cedera yang dialami oleh Vukasin. “Tidak, tidak, tidak ada cedera (untuk Vukasin),” tambahnya.





