Pandangan Spiritual Rhoma Irama tentang Konflik Geopolitik

Rhoma Irama, pedangdut senior yang dikenal dengan panggilan Bang Haji, memberikan pandangan khusus mengenai situasi geopolitik yang sedang memanas akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Dalam wawancaranya di Epicentrum, Jakarta Selatan, ia melihat konflik ini dari sudut pandang spiritual.
Menurut Rhoma, perseteruan antarnegara merupakan bagian dari dinamika dunia yang tidak kekal. Ia menyampaikan bahwa dunia ini adalah permainan sesuai firman Allah. “Dunia ini permainan. Dunia ini kehidupan yang semu,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa menang atau kalah di dunia tidak bersifat mutlak. “Sebenar-benarnya kehidupan itu di akhirat. Sebenar-benarnya kalah itu di akhirat, sebenar-benarnya menang itu di akhirat. Kalau di sini cuma main-main aja,” tambahnya.
Rhoma juga merespons dampak kemanusiaan dari perang tersebut, khususnya masyarakat yang terlunta-lantun dan tidak bisa pulang ke Indonesia. Ia melihatnya sebagai takdir yang telah ditentukan oleh Sang Pencipta. “Musibah itu kan terjadi, Allah berfirman, sesungguhnya bencana yang terjadi di muka bumi dan yang terjadi pada diri kamu semuanya, itu sudah termaktub sebelum itu terjadi. Artinya Allah maha tahu apa yang terjadi,” jelasnya.
Rhoma menjelaskan bahwa setiap musibah memiliki pesan mendalam. “Tujuannya apa? Supaya kamu tidak terlalu sedih dengan apa yang terjadi kepadamu dan tidak terlalu bangga ketika kamu mendapatkan sesuatu yang baik untukmu. Karena memang hidup ini, life is a game,” tutur Rhoma Irama.
Ia menegaskan bahwa setiap manusia, apa pun jabatan dan kapasitasnya, tidak akan pernah lepas dari ujian hidup. “Hidup ini cobaan dan ujian. Apa pun kapasitasmu, pasti ujian demi ujian. Pemenangnya akan happy di dunia dan akhirat, pecundangnya akan menderita di dunia dan akhirat,” tutup Rhoma Irama.
Situasi Timur Tengah yang Memanas
Situasi di Timur Tengah kini semakin memanas setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2) lalu. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta para petinggi Iran, termasuk tujuh komandan militer.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut operasi militer di Iran bisa berlangsung selama empat pekan. Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke Israel dan pangkalan militer AS di Qatar, Bahrain, Kuwait, UEA, hingga Arab Saudi.
Selain itu, Iran juga telah menutup Selat Hormuz—jalur vital perdagangan minyak dunia. Ratusan kapal tanker minyak dan gas kini tertahan di kawasan Teluk dan sekitar Selat Hormuz.





