Impor Ayam dari Amerika Serikat sebagai Bagian dari Kesepakatan Perdagangan
Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan impor ayam dari Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari implementasi Agreement on Reciprocal Trade (ART). Kebijakan ini mencakup pemasukan 580 ribu ekor Grand Parent Stock (GPS) senilai sekitar 17–20 juta dolar AS atau sekitar Rp287,5–338,3 miliar (kurs Rp16.916). Keputusan ini diambil untuk memenuhi kebutuhan bibit dan bahan baku yang belum tersedia di dalam negeri.
Impor 580 Ribu Ekor Grand Parent Stock (GPS)
Impor ayam dari AS dilakukan dalam bentuk live poultry untuk kebutuhan Grand Parent Stock (GPS). GPS merupakan indukan utama dalam rantai produksi perunggasan yang menjadi dasar pembentukan Parent Stock (PS) hingga ayam pedaging komersial.
“Indonesia mengimpor produk ayam AS dalam bentuk live poultry yakni untuk kebutuhan Grand Parent Stock (GPS) sebanyak 580 ribu ekor (dengan estimasi nilai sekitar 17-20 juta dolar AS). GPS sangat dibutuhkan peternak ayam dalam negeri sebagai sumber genetik utama dan belum ada fasilitas pembibitan GPS di Indonesia,” ujar Haryo dalam keterangan resmi.
Pemerintah menyatakan bahwa Indonesia belum memiliki fasilitas pembibitan GPS, sehingga kebutuhan sumber genetik utama tersebut masih dipenuhi melalui impor.
Impor Bagian Ayam dan Syarat Ketat Kesehatan

Selain GPS, impor bagian ayam seperti leg quarters, breasts, legs, atau thighs pada dasarnya tidak dilarang. Namun, pemasukan produk tersebut wajib memenuhi persyaratan kesehatan hewan, keamanan pangan, kebutuhan tertentu, serta ketentuan teknis yang berlaku.
Pemerintah memastikan setiap produk yang masuk tetap melalui pengawasan dan pengendalian sesuai standar yang berlaku. Kebijakan ini ditempatkan dalam kerangka menjaga keseimbangan pasokan dan stabilitas harga ayam nasional.
Impor MDM 120 Ribu–150 Ribu Ton Per Tahun

Untuk kebutuhan industri pengolahan makanan, Indonesia juga mengimpor mechanically deboned meat (MDM). Bahan baku ini digunakan untuk produk olahan seperti sosis, nugget, bakso, dan produk sejenis lainnya.
“Indonesia juga melakukan importasi MDM sebagai bahan baku pembuatan sosis, nugget, bakso, dan produk olahan lainnya dengan estimasi volume impor sekitar 120.000-150.000 ton per tahun,” ujar Haryo.
Volume impor MDM diperkirakan mencapai 120.000 hingga 150.000 ton per tahun. Pemerintah menyatakan impor ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan industri yang tidak seluruhnya dapat dipasok dari dalam negeri.
Pemerintah Jamin Perlindungan Peternak Lokal

Menanggapi kekhawatiran soal dampak terhadap peternak, pemerintah menegaskan kebijakan impor tidak mengorbankan industri domestik. Fokus kebijakan disebut untuk memperkuat fondasi industri perunggasan nasional sekaligus menjaga keseimbangan pasokan.
“Pemerintah tetap memprioritaskan perlindungan peternak dalam negeri serta menjaga keseimbangan pasokan dan harga ayam nasional. Tidak ada kebijakan yang mengorbankan industri domestik,” tuturnya.
Kesepakatan impor ayam ini merupakan bagian dari implementasi ART antara Indonesia dan Amerika Serikat. Pemerintah menyatakan kebijakan dilakukan secara terukur sesuai kebutuhan bibit dan bahan baku industri dalam negeri.
FAQ Seputar Indonesia Impor Ayam AS
Question: Berapa jumlah ayam AS yang diimpor Indonesia?
Answer: Sebanyak 580 ribu ekor Grand Parent Stock (GPS) dengan estimasi nilai 17–20 juta dolar AS atau sekitar Rp287,5–338,3 miliar.
Question: Apa itu Grand Parent Stock (GPS)?
Answer: GPS adalah indukan utama dalam rantai produksi perunggasan yang menjadi sumber genetik bagi ayam komersial.
Question: Berapa volume impor MDM per tahun?
Answer: Volume impor mechanically deboned meat (MDM) diperkirakan 120.000–150.000 ton per tahun.
Pemerintah Pastikan Tarif 0 Persen Produk AS Tak Ganggu Industri Lokal





