Rico Waas Percepat Administrasi untuk Warga Medan Labuhan

66eac3e976572 Bacalon Wali Kota Medan Rico Waas Medan 1
66eac3e976572 Bacalon Wali Kota Medan Rico Waas Medan 1

Perubahan Kawasan Seruwai: Proyek Rusun untuk MBR

Kawasan Seruwai, Kecamatan Medan Labuhan, akan mengalami perubahan signifikan dalam waktu dekat. Pemerintah Kota (Pemko) Medan kini sedang mempercepat proses administratif demi memastikan kelancaran proyek pembangunan Rumah Susun (Rusun) yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dalam pertemuan virtual yang diadakan pada Senin (2/3/2026), Wali Kota Medan Rico Waas menunjukkan komitmennya terhadap proyek ini. Ia menyampaikan keseriusannya di hadapan Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PUPR, Sri Haryati. Rico menegaskan bahwa Medan tidak ingin kehilangan momentum dalam memperoleh kuota pembangunan satu tower yang direncanakan dimulai tahun ini.

Berpacu dengan Waktu

“Kami pastikan seluruh dokumen yang diminta akan rampung dalam waktu dekat. Ini prioritas agar penetapan lokasi segera terbit,” ujar Rico dari Rumah Dinas Wali Kota.

Proyek ini diproyeksikan menjadi solusi hunian vertikal modern di utara kota. Meski tahun ini hanya tersedia satu tower, skema pembangunannya dirancang untuk berlangsung multi-years hingga 2027. Penetapan lokasi dari kementerian menjadi “kunci” utama sebelum alat berat bisa diturunkan ke Seruwai.

Dilema Aset Mangkrak dan ‘Tower Hantu’

Di balik ambisi pembangunan baru, Pemko Medan juga mengakui beban lama yang masih ada. Salah satu aset yang disoroti adalah Tower D, sebuah bangunan hasil APBN 2016 yang kini bernasib malang. Memiliki 90 unit, tower ini belum pernah dihuni dan justru mengalami kerusakan berat.

Akar masalahnya adalah serah terima aset yang masih menggantung. “Kami minta dukungan Kementerian agar proses administrasi hibah atau serah terima aset lama segera tuntas. Jangan sampai aset yang ada tidak bisa dimanfaatkan atau direvitalisasi hanya karena urusan kertas,” tegas pihak Pemko dalam rapat tersebut.

Sayangnya, meski proses identifikasi aset sedang berjalan di tingkat pusat, anggaran 2026 ternyata belum menyentuh ranah revitalisasi. Fokus Jakarta saat ini murni pada pembangunan fisik baru.

Perluas Target: Tak Hanya untuk Nelayan

Menariknya, Pemko Medan juga merencanakan strategi baru untuk meningkatkan okupansi rusun yang saat ini masih fluktuatif di angka 50–85 persen. Selama ini, rusun di Medan Utara didominasi oleh nelayan yang seringkali merasa lokasi hunian terlalu jauh dari bibir pantai.

Menyikapi hal itu, ke depan Pemko mengusulkan diversifikasi penghuni. Rusun Seruwai dan sekitarnya tak lagi hanya untuk satu profesi, melainkan akan dibuka bagi:

  • Tenaga Pendidik (Guru)
  • Tenaga Kesehatan
  • Warga terdampak banjir yang butuh relokasi permanen

Dengan koordinasi intensif antara Pemko dan Kementerian PUPR, proyek Seruwai diharapkan bukan sekadar membangun gedung, melainkan menciptakan ekosistem hunian yang layak dan terintegrasi bagi warga Medan.


Pos terkait