CO.ID – JAKARTA.
Perusahaan asuransi umum PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) menilai bahwa dampak dari rencana pemangkasan Rancangan Anggaran Kerja dan Belanja (RKAB) batubara 2026 terhadap industri asuransi umum akan bergantung pada komposisi portofolio masing-masing perusahaan.
Corporate Secretary PT Asuransi Digital Bersama Tbk, Rahmat Dwiyanto, menjelaskan bahwa perusahaan yang memiliki eksposur signifikan pada sektor pertambangan berpotensi mengalami penurunan premi, khususnya dari lini bisnis yang berkaitan langsung dengan aktivitas produksi dan distribusi batubara.
“Secara umum, dampaknya sangat bergantung pada komposisi portofolio. Perusahaan dengan paparan besar di sektor tambang tentu berpotensi terdampak, terutama pada lini yang terkait produksi dan distribusi batubara,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa secara industri, selain lini pengangkutan dan operasional tambang, asuransi engineering serta Construction All Risk juga berpotensi terpengaruh. Hal ini terutama jika terjadi penundaan ekspansi proyek tambang atau pembangunan infrastruktur pendukung.
Meskipun begitu, Rahmat menyatakan bahwa rencana pemangkasan RKAB batubara tidak memberikan tekanan signifikan terhadap kinerja YOII. Pasalnya, komposisi portofolio perusahaan lebih berfokus pada produk asuransi berbasis gaya hidup (lifestyle insurance) dan segmen ritel, sehingga tidak didominasi risiko sektor pertambangan.
“Dengan komposisi tersebut, potensi penurunan produksi batubara diperkirakan tidak berdampak langsung terhadap pendapatan premi Perseroan,” jelasnya.
Rahmat menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menjaga diversifikasi portofolio dan memperkuat lini bisnis dengan permintaan stabil dari segmen ritel dan lifestyle ke depannya. Perusahaan juga terus mengembangkan produk melalui kanal distribusi digital guna meminimalkan ketergantungan pada sektor tertentu.
“Selain itu, kami tetap memantau perkembangan sektor-sektor industri utama sebagai bagian dari manajemen risiko portofolio, guna memastikan komposisi bisnis tetap sehat dan berkelanjutan dalam berbagai kondisi siklus ekonomi,” lanjutnya.
Strategi Pengelolaan Portofolio
Berikut beberapa strategi yang diterapkan oleh YOII untuk menjaga stabilitas bisnis:
-
Diversifikasi Portofolio
YOII terus melakukan diversifikasi portofolio agar tidak terlalu bergantung pada satu sektor tertentu. Dengan demikian, perusahaan dapat mengurangi risiko yang muncul akibat fluktuasi pasar. -
Fokus pada Segmen Ritel dan Lifestyle
Perusahaan lebih fokus pada produk asuransi yang diminati oleh konsumen ritel dan segmen lifestyle. Hal ini membantu menjaga stabilitas pendapatan premi meskipun ada perubahan di sektor tambang. -
Pengembangan Produk Digital
YOII aktif mengembangkan produk asuransi melalui saluran digital. Ini memungkinkan perusahaan untuk mencapai lebih banyak pelanggan dan mengurangi ketergantungan pada model bisnis tradisional. -
Pemantauan Sektor Industri Utama
Pihak perusahaan secara rutin memantau perkembangan sektor-sektor industri utama seperti pertambangan, infrastruktur, dan sektor lainnya. Hal ini menjadi bagian dari manajemen risiko untuk memastikan portofolio tetap sehat.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meski ada tantangan dari sektor pertambangan, YOII melihat peluang untuk terus berkembang. Dengan strategi yang tepat dan fleksibilitas dalam pengelolaan portofolio, perusahaan mampu bertahan dalam berbagai kondisi pasar.
Perusahaan juga terus berkomitmen untuk meningkatkan inovasi dan layanan kepada pelanggan. Dengan adanya digitalisasi, YOII dapat memperluas akses pasar dan meningkatkan efisiensi operasional.
Di samping itu, YOII juga berupaya untuk memperkuat hubungan dengan mitra bisnis dan pihak-pihak terkait agar dapat bekerja sama dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Dengan semua langkah tersebut, YOII percaya bahwa perusahaan mampu menjaga pertumbuhan dan stabilitas bisnis di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.





