RMKE selesaikan buyback 11,47 juta saham, sisa dana Rp 155 miliar

Aa1xjttz
Aa1xjttz

PT RMK Energy Tbk (RMKE), sebuah perusahaan jasa logistik dan energi, telah menyelesaikan pembelian kembali saham sebanyak lebih dari 11,47 juta hingga awal Maret. Informasi ini diungkapkan oleh perseroan melalui laporan yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beberapa waktu lalu.

Sekretaris Perusahaan RMKE, Muhtar, menjelaskan bahwa perusahaan telah merealisasikan pembelian kembali sebanyak 11.477.600 saham sejak pertengahan Februari hingga Senin (2/3). Aksi korporasi ini dilakukan secara bertahap dalam empat kali transaksi di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berikut rinciannya:

  • Pada 13 Februari 2026, RMKE membeli 2.377.600 saham dengan harga rata-rata Rp 4.160,61 per saham, atau senilai total Rp 9,89 miliar.
  • Pada 25 Februari 2026, perseroan mengakuisisi 2,3 juta saham dengan harga rata-rata Rp 4.332,69 per saham. Nilai transaksi ini mencapai Rp 9,97 miliar.
  • Pada 27 Februari 2026, terjadi pembelian sebanyak 2,55 juta saham dengan harga rata-rata Rp 3.868,77 per saham, senilai Rp 9,86 miliar.
  • Transaksi terbesar terjadi pada 2 Maret 2026, di mana RMKE membeli 4,25 juta saham dengan harga rata-rata Rp 3.496,06 per saham, dengan total nilai sebesar Rp 14,85 miliar.

Secara keseluruhan, dana yang telah digunakan untuk aksi buyback mencapai Rp 44,58 miliar. Setelah pelaksanaan tersebut, sisa dana yang dialokasikan untuk program pembelian kembali saham RMKE tercatat sebesar Rp 155,41 miliar.

Menurut Vincent Saputra, Direktur PT RMK Energy Tbk, tidak ada dampak signifikan dari informasi tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perusahaan. Hal ini disampaikan melalui keterbukaan informasi BEI pada Senin (2/3).

Sebelumnya, RMKE telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 200 miliar untuk rencana buyback saham yang berlangsung dari 2 Februari hingga 1 Mei 2026. Dengan sisa dana sebesar Rp 155,41 miliar, perseroan masih memiliki waktu dua bulan lagi untuk melanjutkan aksi buyback-nya.

Dalam konteks bisnis, aksi buyback sering kali menjadi strategi untuk meningkatkan nilai saham dan menunjukkan keyakinan perusahaan terhadap prospek bisnisnya. Dengan jumlah dana yang cukup besar, RMKE tampaknya siap untuk terus melakukan pembelian kembali saham guna mendukung stabilitas pasar dan kepercayaan investor.

Selain itu, kebijakan ini juga bisa menjadi indikasi bahwa manajemen RMKE percaya pada potensi pertumbuhan perusahaan di masa depan. Dengan adanya penggunaan dana yang terencana dan transparan, hal ini dapat memberikan ketenangan bagi para pemegang saham dan calon investor.

Pembelian kembali saham seperti ini juga dapat membantu mengurangi jumlah saham beredar, sehingga meningkatkan earnings per share (EPS) dan daya tarik saham terhadap investor. Selain itu, hal ini juga bisa menjadi bentuk dukungan terhadap harga saham di pasar modal.

Dengan catatan transparansi dan kejelasan dalam pelaksanaan, aksi buyback akan menjadi langkah penting dalam membangun kepercayaan dan memperkuat posisi RMKE di industri logistik dan energi.

Pos terkait