Rudal Iran Hancurkan Pangkalan Militer AS, 3 Tentara Tewas, Qatar dan UEA Kebakaran

Aa1xjxha 1
Aa1xjxha 1

Serangan Balasan Iran yang Menewaskan Tiga Tentara AS

Iran meluncurkan serangan balasan terhadap pasukan militer Amerika Serikat (AS) dan sekutu mereka di kawasan Timur Tengah. Serangan ini dilakukan sebagai respons atas serangan terkoordinasi antara AS dan Israel pada tanggal 28 Februari 2026, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta pejabat keamanan tinggi lainnya.

Serangan balasan Iran menargetkan berbagai negara di kawasan, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Yordania, Arab Saudi, Irak, dan Oman. Selain itu, serangan juga mengarah ke Israel, dengan beberapa laporan menyebutkan bahwa sembilan orang tewas dalam serangan rudal di kota Beit Shemesh, Israel.

Dalam laporan terbarunya, Komando Pusat AS (Centcom) menyebutkan bahwa tiga tentara AS tewas dalam pertempuran dan lima lainnya luka serius akibat serangan Iran di seluruh kawasan Timur Tengah. Serangan ini juga mengabaikan ancaman Presiden AS, Donald Trump, yang sebelumnya memperingatkan Iran bahwa mereka akan dihantam “dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya” jika mereka menyerang “dengan sangat keras hari ini”.

Unit elite militer Iran, Korps Garda Revolusi, telah bersumpah untuk membalas dendam dan mengklaim telah melancarkan serangan terhadap 27 pangkalan yang menampung pasukan AS di Timur Tengah, serta fasilitas militer Israel di Tel Aviv. Hal ini menyebabkan kawasan tersebut menjadi lebih membara, karena banyak negara di kawasan memiliki pangkalan militer AS.

“Ledakan terus terdengar di Qatar dan Uni Emirat Arab,” tulis laporan Al Jazeera. Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan setidaknya 201 orang tewas dalam serangan di 24 provinsi.

Penggunaan Rudal Fatah-2

Dalam serangan balasan ini, Iran menggunakan rudal Fatah-2 untuk pertama kalinya. Rudal ini adalah rudal balistik hipersonik buatan Iran yang termasuk dalam kategori kendaraan luncur hipersonik. Fatah-2 merupakan versi kedua dari rudal balistik hipersonik Fatah, yang secara resmi diumumkan pada 19 November 2023.

Menurut data resmi, Fatah-2 memiliki jangkauan hingga 1.400 kilometer dan mampu bergerak dengan kecepatan 5,1 kilometer per detik, mencapai Mach 15 atau 15 kali kecepatan suara. Iran mengklaim bahwa rudal ini dapat menembus sistem pertahanan rudal dan menargetkan sistem pertahanan musuh, sehingga dianggap sebagai kemajuan signifikan dalam industri rudal Iran.

Mekanisme Peluncuran dan Manuver

Rudal Fatah-2 diluncurkan ke luar angkasa sebelum menukik dengan kecepatan supersonik ke arah target. Dikatakan bahwa rudal ini dirancang untuk mengatasi sistem pertahanan seperti rudal Arrow dengan menggabungkan kecepatan tinggi dan kemampuan manuver. Berbeda dengan rudal balistik konvensional yang mengikuti lintasan melengkung, Fatah-2 memiliki struktur seperti roket dan dapat ditenagai oleh mesinnya sendiri atau terus terbang tergantung pada kecepatan yang diberikan oleh sistem peluncuran.

Setelah memasuki atmosfer, rudal ini dapat bermanuver, membuatnya sulit untuk dilacak dan dicegat tepat waktu. Iran menegaskan bahwa Fatah-2 mampu mencapai kecepatan Mach 15 dan memiliki jangkauan hingga 1.400 kilometer.

Hulu Ledak HGV

Selain itu, rudal ini dilengkapi dengan hulu ledak glide vehicle (HGV), sebuah jenis modern yang berbeda dari hulu ledak biasa. HGV memiliki kecepatan mulai dari Mach 5 hingga Mach 20, tergantung pada desainnya, dan dicirikan oleh kemampuan terbang pada ketinggian yang lebih rendah daripada rudal balistik konvensional. HGV juga memiliki kemampuan untuk sering mengubah arah, sehingga menimbulkan tantangan bagi radar peringatan dini.

Rudal Fatah-2 mengandalkan kemampuan hulu ledak luncur untuk bermanuver, di samping memiliki mesin terpisah dari mesin rudal, yang meningkatkan kemampuannya untuk mengubah jalur serangan selama penerbangan.

Pos terkait