Rudal Menyerang Sekitar Rumah Sakit, Pasien Berlarian di Tengah Kepulan Asap

Aa1xoayp
Aa1xoayp

Perang Iran Vs Amerika-Israel: Fasilitas Kesehatan Hancur, Banyak Pasien Terluka

Perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel telah menimbulkan dampak yang sangat mengerikan, terutama pada fasilitas kesehatan di berbagai wilayah Iran. Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, memberikan laporan mengenai situasi kritis yang terjadi setelah serangan rudal yang menargetkan sejumlah area penting, termasuk rumah sakit.

Salah satu lokasi yang terkena dampak adalah Rumah Sakit Abuzar di Kota Ahvaz. Serangan tersebut terjadi pada Sabtu (28/2/2026) dan menjadi pengalaman pertama bagi banyak orang yang melihatnya. Kermanpour menyebutkan bahwa pasien-pasien di rumah sakit ini harus segera dievakuasi karena ledakan yang terjadi. Para perawat terlihat memindahkan pasien dengan kepanikan, sambil berlari menuju jalanan yang dipenuhi asap akibat ledakan rudal.

“Ini pertama kali saya melihat, beberapa rudal dilaporkan menghantam area dekat Rumah Sakit Abuzar di kota Ahvaz,” ujar Kermanpour dalam unggahan di X @HKermanpour pada Senin (2/3/2026). Ia menjelaskan bahwa sebanyak 21 pasien, termasuk yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU), harus dipindahkan menggunakan 30 ambulans ke pusat medis lain. Proses evakuasi dilakukan di tengah kepulan asap dan guncangan akibat ledakan.

Fasilitas Kesehatan Terdampak

Selain Rumah Sakit Abuzar, beberapa fasilitas kesehatan lain juga terkena dampak serangan. Tiga pos darurat di Sarab, Chabahar, dan Hamedan serta Rumah Sakit Khatam, Rumah Sakit Motahari, dan Rumah Sakit Gandhi di Teheran juga menjadi target serangan. Dua petugas layanan medis darurat (EMS) dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Kermanpour menegaskan bahwa catatan pelanggaran hak asasi manusia dalam konflik ini akan ditulis dengan darah dan rasa malu. Serangan yang terjadi pada Sabtu (28/2/2026) menyebabkan 777 orang dievakuasi ke rumah sakit, sedangkan 86 orang masih dirawat di rumah sakit atau unit gawat darurat. Dari jumlah tersebut, 4 orang dalam kondisi serius (2 di antaranya bukan akibat langsung serangan rudal), 20 orang dalam kondisi sedang, 58 orang dalam kondisi baik, dan 4 orang masih menjalani evaluasi medis.

Anak-anak Jadi Korban

Selain korban akibat ledakan, puluhan orang lainnya mengalami luka-luka saat berlari menuju tempat perlindungan. Kermanpour menyebutkan bahwa sehari sebelumnya, di Iran selatan, ada sekitar 180 anak dilaporkan meninggal dunia dalam satu serangan rudal. Pada malam harinya, Rumah Sakit Gandhi di Teheran kembali menjadi sasaran rudal dengan tipe yang sama.

Dalam postingan terbarunya, ia yang bertugas sebagai tenaga medis di rumah sakit, mengunggah video tentang serangan rudal yang menghantam area sebelah rumah sakit itu. Video tersebut menunjukkan kepanikan para pasien yang berhamburan keluar dari bangunan.

Pasien Panik dan Permintaan untuk Aksi

Para pasien terlihat panik dan berusaha menyelamatkan diri. Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika seorang ibu dan dua anaknya mencoba mencari perlindungan sebelum akhirnya bergabung dengan yang lain atas arahan petugas. Kermanpour menyerukan kepada rekan-rekan sejawat dan seluruh masyarakat dunia untuk menjadi saksi, menilai peristiwa ini secara adil, dan mengambil langkah yang diperlukan.

Pos terkait