Rupiah Jisdor Naik 0,24% ke Rp 16.885 per Dolar AS pada Jumat (20/2/2026)

Aa1jtcyb 1
Aa1jtcyb 1

Rupiah Menguat di Pasar Spot dan Jisdor BI

Pada hari Jumat (20/2/2026), rupiah mengalami penguatan di dua pasar utama, yaitu Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) dan pasar spot. Di Jisdor BI, rupiah berada pada level Rp 16.885 per dolar Amerika Serikat (AS), meningkat sebesar 0,24% dibandingkan posisi sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.925 per dolar AS.

Di pasar spot, rupiah ditutup pada harga Rp 16.888 per dolar AS, naik 0,04% dari penutupan sebelumnya yang berada di Rp 16.984 per dolar AS. Penguatan ini menunjukkan bahwa rupiah sedang dalam kondisi stabil dan mampu bertahan terhadap tekanan dari mata uang asing.

Pergerakan Mata Uang di Asia

Di kawasan Asia, kebanyakan mata uang masih melemah terhadap dolar AS. Beberapa contohnya adalah:

  • Rupee India: Melemah sebesar 0,33%
  • Yen Jepang: Melemah sebesar 0,30%
  • Peso Filipina: Melemah sebesar 0,26%
  • Dolar Taiwan: Melemah sebesar 0,23%
  • Dolar Singapura: Melemah sebesar 0,09%
  • Baht Thailand: Melemah sebesar 0,03%
  • Dolar Hong Kong: Melemah sebesar 0,01%

Namun, rupiah tidak mengalami pelemahan seperti mata uang lainnya. Sebaliknya, rupiah menguat bersama dengan beberapa mata uang lainnya di kawasan Asia. Antara lain:

  • Ringgit Malaysia: Menguat sebesar 0,4%
  • Won Korea: Menguat sebesar 0,12%
  • Rupiah: Menguat sebesar 0,06%

Indeks Dolar Meningkat

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia berada di level 98, naik dari sehari sebelumnya yang berada di 97,92. Kenaikan ini menunjukkan bahwa dolar AS sedang dalam kondisi kuat terhadap sejumlah mata uang utama dunia.

Tren Penguatan Rupiah

Penguatan rupiah di pasar spot dan Jisdor BI menunjukkan bahwa sentimen pasar terhadap rupiah semakin positif. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk stabilitas ekonomi domestik dan kebijakan moneter Bank Indonesia yang cenderung stabil.

Selain itu, penguatan rupiah juga dapat dipengaruhi oleh situasi global, terutama pergerakan dolar AS. Saat ini, dolar AS sedang dalam kondisi kuat, namun rupiah tetap mampu bertahan dan bahkan menguat di tengah tekanan tersebut.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, rupiah menunjukkan tren penguatan di dua pasar utama, yaitu Jisdor BI dan pasar spot. Meskipun sebagian besar mata uang di Asia melemah terhadap dolar AS, rupiah berhasil mengimbangi tekanan tersebut dan bahkan menguat bersama dengan beberapa mata uang lainnya. Dengan kondisi ini, rupiah memiliki peluang untuk terus mempertahankan kestabilannya di masa mendatang.

Pos terkait