Rupiah melemah, investor menunggu keputusan BI suku bunga

1623130014640
1623130014640

Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS di Awal Perdagangan

Nilai tukar atau kurs rupiah mengalami penurunan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan hari ini, Kamis (19/2/2026). Rupiah dibuka di tingkat Rp16.948 per dolar AS. Berdasarkan data dari sumber terpercaya hingga pukul 09.06 WIB, rupiah berada di level Rp16.932 per dolar AS, melemah sebanyak 48 poin atau 0,28 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di Rp16.884 per dolar AS.

Faktor Pendorong Penguatan Dolar AS

Pengamat pasar uang, Lukman Leong, menjelaskan bahwa rupiah mengalami tekanan karena dolar AS menguat cukup signifikan setelah beberapa data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan. Data seperti sektor perumahan, manufaktur, dan penjualan barang tahan lama memberikan indikasi kuat bahwa perekonomian AS sedang dalam kondisi yang stabil dan bahkan membaik.

Selain itu, penguatan dolar juga dipengaruhi oleh risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) atau komite kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), yang memiliki nada hawkish. Sikap hawkish berarti bank sentral cenderung mempertahankan atau meningkatkan suku bunga untuk menekan inflasi. Hal ini membuat dolar lebih menarik bagi para investor.

Antisipasi Sikap Bank Indonesia

Dari dalam negeri, Lukman menyampaikan bahwa para investor sedang menantikan kemungkinan sikap dovish dari Bank Indonesia (BI) dalam rapat dewan gubernur yang akan digelar sore ini. Sikap dovish merujuk pada kecenderungan bank sentral untuk lebih longgar terhadap kebijakan suku bunga guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Investor berharap BI tidak terlalu ketat dalam menetapkan suku bunga agar bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Rentang pergerakan harian rupiah pagi ini berada di kisaran Rp16.917 hingga Rp16.948 per dolar AS. Sementara itu, dalam 52 minggu terakhir, rupiah bergerak di kisaran Rp16.079 hingga Rp17.224 per dolar AS. Sejak awal tahun, imbal hasil dolar AS mencapai sebesar 1,57 persen.

Lukman memperkirakan bahwa pergerakan rupiah hari ini akan berada dalam kisaran Rp16.850 hingga Rp17.000 per dolar AS. Namun, situasi ini bisa berubah tergantung pada berbagai faktor eksternal maupun internal yang memengaruhi nilai tukar rupiah.

Perkembangan nilai tukar rupiah ini menjadi perhatian serius bagi pelaku pasar dan masyarakat luas. Kebijakan moneter yang diambil oleh bank sentral baik dalam maupun luar negeri akan sangat berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi negara. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan tetap waspada dan siap menghadapi berbagai kemungkinan pergerakan nilai tukar yang bisa terjadi.

Pos terkait