Rupiah Melemah ke Rp 16.854 per Dolar AS Pagi Ini

Aa1uh8zl
Aa1uh8zl

.CO.ID – JAKARTA

Nilai tukar rupiah mengalami penurunan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data yang dihimpun, pada Senin (2/3/2026) pukul 12.33 WIB, rupiah melemah sebesar 0,40% menjadi Rp 16.854 per dolar AS di pasar spot.

Sebelumnya, pada Jumat (27/2/2026), rupiah ditutup melemah sebesar 0,17% secara harian dengan level Rp 16.787 per dolar AS. Pergerakan ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah terus berlanjut meskipun ada upaya stabilisasi dari otoritas terkait.

Menurut analis mata uang, Ibrahim Assuaibi, penurunan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh situasi geopolitik yang sedang memanas. Ia menjelaskan bahwa serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran menjadi faktor utama yang memicu ketidakstabilan di pasar keuangan.

Serangan tersebut terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan ketidakpuasan terhadap pertemuan antara delegasi AS dan Iran mengenai reaktor nuklir serta rudal. Kekhawatiran akan konflik yang lebih besar membuat investor cenderung menghindari aset yang berisiko tinggi, termasuk rupiah.

“Dampak dari situasi ini kemungkinan besar akan terus terasa pada nilai tukar rupiah,” ujar Ibrahim saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).

Beberapa faktor lain juga turut memengaruhi pergerakan rupiah. Di antaranya adalah fluktuasi harga minyak mentah, arus modal asing yang tidak stabil, serta kebijakan moneter Bank Indonesia. Meski demikian, Ibrahim menilai bahwa sentimen geopolitik menjadi faktor paling signifikan saat ini.

Berikut beberapa hal yang dapat memengaruhi nilai tukar rupiah:

  • Perubahan situasi politik internasional: Ketegangan antara negara-negara besar seperti AS dan Iran dapat memicu volatilitas di pasar valuta asing.
  • Kebijakan moneter bank sentral: Kebijakan suku bunga dan intervensi langsung dari Bank Indonesia bisa memengaruhi stabilitas rupiah.
  • Arus modal asing: Investasi asing yang masuk atau keluar dari pasar Indonesia sangat berpengaruh terhadap permintaan dan penawaran terhadap rupiah.
  • Harga komoditas global: Fluktuasi harga minyak dan logam mulia juga memengaruhi kebutuhan akan valuta asing.

Dalam situasi yang penuh ketidakpastian seperti ini, masyarakat dan pelaku bisnis disarankan untuk lebih waspada dan memantau perkembangan terkini secara berkala. Dengan informasi yang akurat dan terpercaya, mereka dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengurangi risiko finansial.

Pos terkait