Rupiah melemah ke Rp 16.920 per dolar AS

Aa1vshob 1
Aa1vshob 1

Nilai tukar rupiah pada hari Jumat (20/2) pagi mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data yang dirilis oleh Bloomberg, rupiah membuka perdagangan di level Rp 16.920 per dolar AS atau mengalami depresiasi sebesar 0,10 persen.

Meski sempat menguat sedikit, rupiah bergerak naik 14 poin ke posisi Rp16.908 per dolar AS hingga pukul 09.10 WIB. Analis dari Doo Financial, Lukman Leong, memprediksi bahwa rupiah masih memiliki potensi melemah dalam perdagangan hari ini. Hal ini dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang terus berlanjut.

“Rupiah kemungkinan akan melemah terhadap dolar AS yang terus menguat akibat data ekonomi yang lebih kuat dan pernyataan hawkish dari pejabat The Fed,” ujar Lukman dalam komentarnya.

Selain faktor eksternal dari AS, ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah, terutama terkait Iran, juga memberikan tekanan pada mata uang seperti rupiah. Ia memperkirakan bahwa rupiah hari ini akan bergerak dalam rentang antara Rp 16.850 hingga Rp 17.000 per dolar AS.

Bos BI Sebut Rupiah di Level 16.800 per Dolar AS Masih di Bawah Nilai Wajar

Dalam konteks hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, Lukman menilai bahwa keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga acuan memberikan sentimen positif. Namun, pernyataan BI yang masih menyebutkan kemungkinan pemangkasan suku bunga tidak terlalu mendukung rupiah.

BI mempertahankan suku bunga acuan di tingkat 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Februari 2026. Keputusan ini diambil di tengah arus modal asing yang keluar dari aset portofolio di Indonesia.

“Keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini, yaitu upaya penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global,” ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Rupiah

  • Penguatan dolar AS: Penguatan dolar AS terus berlanjut karena data ekonomi yang lebih kuat dan pernyataan hawkish dari pejabat The Fed.
  • Ketidakpastian geopolitik: Ketidakpastian di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait Iran, memberikan tekanan pada mata uang berisiko seperti rupiah.
  • Kebijakan BI: Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di tingkat 4,75%, namun pernyataan tentang kemungkinan pemangkasan suku bunga kurang mendukung rupiah.

Prediksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Lukman Leong memperkirakan bahwa rupiah hari ini akan bergerak dalam rentang antara Rp 16.850 hingga Rp 17.000 per dolar AS. Prediksi ini didasarkan pada beberapa faktor, termasuk penguatan dolar AS dan ketidakpastian geopolitik.

Komentar dari Gubernur BI

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan di tingkat 4,75% adalah langkah yang konsisten dengan fokus kebijakan saat ini. Tujuannya adalah untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Kesimpulan

Pergerakan rupiah pada hari Jumat (20/2) mencerminkan tekanan dari berbagai faktor eksternal dan internal. Meskipun sempat menguat sedikit, rupiah tetap berada di bawah tekanan dari penguatan dolar AS dan ketidakpastian geopolitik. Prediksi para analis menunjukkan bahwa rupiah masih memiliki potensi melemah dalam perdagangan hari ini.

Pos terkait