islamipedia.id.CO.ID – JAKARTA
Nilai tukar rupiah di pasar spot mengalami penguatan pada awal perdagangan hari ini. Pada hari Senin (23/2/2026), rupiah dibuka pada level Rp 16.868 per dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan ini tercatat sebesar 0,12% dibandingkan penutupan hari Jumat (20/2/2026) yang berada di level Rp 16.888 per dolar AS. Pergerakan rupiah ini sejalan dengan tren penguatan mata uang lainnya di kawasan Asia.
Hingga pukul 09.00 WIB, yen Jepang menjadi mata uang yang paling kuat menguat di Asia setelah melonjak sebesar 0,54%. Diikuti oleh ringgit Malaysia dan dolar Taiwan yang masing-masing naik 0,41%. Selanjutnya, peso Filipina juga mengalami kenaikan sebesar 0,38%.
Dalam daftar tersebut, dolar Singapura menguat 0,2%, sementara baht Thailand meningkat 0,19%. Sementara itu, won Korea Selatan juga menguat sebesar 0,15%.
Namun, tidak semua mata uang di Asia mengalami penguatan. Dolar Hongkong menjadi satu-satunya mata uang yang melemah dalam kondisi ini. Dolar Hongkong turun sebesar 0,01% terhadap dolar AS.
Perkembangan Mata Uang di Asia
Berikut adalah perkembangan nilai tukar beberapa mata uang utama di Asia:
- Yen Jepang: Naik 0,54%
- Ringgit Malaysia: Naik 0,41%
- Dolar Taiwan: Naik 0,41%
- Peso Filipina: Naik 0,38%
- Dolar Singapura: Naik 0,2%
- Baht Thailand: Naik 0,19%
- Won Korea Selatan: Naik 0,15%
Sementara itu, dolar Hongkong menjadi satu-satunya mata uang yang mengalami pelemahan, dengan penurunan sebesar 0,01%.
Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Rupiah
Pergerakan rupiah hari ini didorong oleh beberapa faktor eksternal dan internal. Salah satunya adalah sentimen positif dari pasar keuangan global yang memengaruhi permintaan terhadap aset berisiko. Selain itu, kebijakan moneter bank sentral Indonesia juga turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Penguatan rupiah juga dipengaruhi oleh kinerja ekonomi domestik yang stabil. Kondisi inflasi yang terkendali dan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik memberikan keyakinan bagi investor untuk menanamkan modal di pasar valuta asing.
Tren Pasar Keuangan Global
Secara umum, pasar keuangan global sedang dalam kondisi yang relatif stabil. Hal ini mencerminkan optimisme terhadap prospek ekonomi dunia di tengah tantangan-tantangan yang masih ada. Pergerakan mata uang di kawasan Asia juga mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi negara-negara di kawasan tersebut.
Tidak hanya rupiah, beberapa mata uang lain di Asia juga mengalami penguatan terhadap dolar AS. Ini menunjukkan bahwa tren penguatan terhadap dolar AS tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara lain di kawasan Asia.
Perkiraan Pergerakan Nilai Tukar
Berdasarkan analisis pasar, nilai tukar rupiah diperkirakan akan tetap stabil dalam waktu dekat. Namun, fluktuasi bisa terjadi tergantung pada berita ekonomi dan politik yang muncul. Investor dan pelaku pasar perlu terus memantau perkembangan terkini untuk mengambil keputusan yang tepat.
Selain itu, kebijakan pemerintah dan bank sentral juga akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah pergerakan nilai tukar rupiah. Kebijakan yang pro-ekonomi dan transparan akan membantu menjaga kepercayaan investor terhadap pasar valuta asing.





