Pergerakan Nilai Tukar Rupiah di Pasar Spot
Pada awal perdagangan hari ini, Selasa (3/3/2026), nilai tukar rupiah berhasil mengalami rebound di pasar spot. Rupiah dibuka pada level Rp 16.860 per dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan ini terjadi setelah sebelumnya menutup perdagangan dengan posisi di level Rp 16.868 per dolar AS.
Penguatan rupiah tercatat sebesar 0,05% pada pagi hari ini. Hal ini menunjukkan bahwa mata uang Indonesia sedikit lebih kuat dibandingkan hari sebelumnya. Namun, penguatan tersebut masih tergolong kecil dan belum cukup untuk mengubah tren yang lebih signifikan.
Pergerakan Mata Uang di Asia
Pergerakan mata uang di kawasan Asia pada pagi hari ini cenderung bervariasi. Beberapa mata uang mengalami penguatan, sementara yang lain mengalami pelemahan. Berikut adalah perkembangan terkini:
-
Yuan China: Yuan China menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia. Hingga pukul 09.00 WIB, yuan melonjak sebesar 0,31%. Penguatan ini didorong oleh sentimen positif terhadap ekonomi Tiongkok dan permintaan yang stabil terhadap barang-barang impor.
-
Won Korea Selatan: Won Korea Selatan juga berhasil rebound setelah sebelumnya terkerek. Penguatan tercatat sebesar 0,17% pada pagi hari ini. Ini menunjukkan bahwa pasar keuangan Korea Selatan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
-
Dolar Singapura: Dolar Singapura mengalami kenaikan sebesar 0,11%. Penguatan ini dipengaruhi oleh optimisme terhadap prospek ekonomi Singapura dan stabilitas politik di negara tersebut.
-
Yen Jepang: Yen Jepang terlihat menguat tipis sebesar 0,04% terhadap dolar AS. Meski penguatan tidak begitu besar, hal ini menunjukkan bahwa investor tetap mempertimbangkan yen sebagai aset aman.
Mata Uang yang Mengalami Pelemahan
Di sisi lain, beberapa mata uang di Asia mengalami pelemahan pada pagi hari ini:
-
Baht Thailand: Baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan Asia. Hingga pukul 09.00 WIB, baht anjlok sebesar 0,14%. Pelemahan ini dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi domestik dan tekanan dari inflasi.
-
Peso Filipina: Peso Filipina tertekan sebesar 0,05% pada pagi hari ini. Pelemahan ini terjadi karena tekanan terhadap cadangan devisa dan penurunan investasi asing.
-
Dolar Taiwan: Dolar Taiwan terkoreksi sebesar 0,04%. Pelemahan ini disebabkan oleh kenaikan suku bunga di negara-negara lain yang membuat dolar Taiwan kurang kompetitif.
-
Ringgit Malaysia: Ringgit Malaysia turun sebesar 0,01%. Pelemahan ini dipengaruhi oleh penurunan harga minyak mentah dan ketidakpastian ekonomi global.
-
Dolar Hongkong: Dolar Hongkong melemah tipis sebesar 0,001%. Meskipun pelemahan sangat kecil, hal ini menunjukkan bahwa pasar keuangan Hongkong masih dalam kondisi rentan terhadap perubahan eksternal.





