Rupiah Tekan Meski BI Pertahankan Suku Bunga 4,75%, Cek Proyeksi Jumat (20/2)

Aa1bv0lh
Aa1bv0lh

Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS, Analis Sebut BI Masih Berhasil Redam Tekanan

Pada hari Kamis (19/2/2026), nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Meskipun keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menahan suku bunga acuan BI rate di level 4,75% dinilai mampu meredam tekanan terhadap rupiah, ruang penguatan masih terbatas akibat sentimen eksternal dan ketidakpastian global.

Harga rupiah spot pada penutupan perdagangan hari Kamis berada di level Rp 16.894 per dolar AS, melemah sebesar 0,06% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.884 per dolar AS. Sementara itu, berdasarkan data Jisdor BI, rupiah mengalami pelemahan sebesar 0,24% secara harian menjadi Rp 16.925 per dolar AS.

Pelemahan Rupiah Di Tengah Penguatan Dolar AS

Menurut analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, pelemahan rupiah terjadi karena penguatan dolar AS di pasar global. Meski demikian, keputusan BI yang mempertahankan suku bunga acuan di tingkat 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Februari dinilai berhasil menjaga stabilitas rupiah agar tidak terjun lebih dalam.

Namun, Lukman menilai bahwa ruang penguatan rupiah saat ini masih terbatas. “Rupiah diperkirakan masih sulit bangkit, karena pasar masih melihat peluang pemangkasan suku bunga BI ke depan,” ujarnya. Selain itu, situasi geopolitik global, khususnya ketegangan di Iran, juga menjadi faktor yang menekan nilai tukar rupiah.

Antisipasi Sentimen Eksternal Pada Hari Jumat

Pada perdagangan hari Jumat (20/2/2026), pelaku pasar akan memantau beberapa sentimen eksternal. Khususnya, investor mengantisipasi pidato dari pejabat bank sentral AS yang diperkirakan kembali bernada hawkish. Hal ini bisa memengaruhi pergerakan dolar AS dan selanjutnya berdampak pada rupiah.

Di sisi lain, pasar juga sedang waspada menjelang rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat yang akan diumumkan pada malam hari waktu setempat. Data tersebut dapat memberikan indikasi tentang tren inflasi dan kebijakan moneter AS di masa depan.

Prediksi Pergerakan Rupiah Pada Hari Jumat

Lukman memperkirakan bahwa pergerakan rupiah pada hari Jumat akan berada dalam rentang antara Rp 16.850 hingga Rp 17.000 per dolar AS. Prediksi ini didasarkan pada antisipasi terhadap sentimen eksternal dan kondisi pasar global yang masih dinamis.

Dengan situasi seperti ini, investor dan pelaku pasar perlu tetap waspada dan memantau perkembangan terkini baik dari dalam maupun luar negeri. Kebijakan BI dan respons pasar terhadap isu-isu global akan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan.

Pos terkait