Rusia dan Cina Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Minta Hentikan Perang

Pernyataan Rusia dan Cina Mengenai Serangan Militer terhadap Iran

Pemerintah Rusia dan Cina mengecam tindakan militer yang dilakukan oleh pasukan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Serangan tersebut berujung pada kematian Ayatollah Ali Khamenei, yang menjadi perhatian utama bagi kedua negara. Mereka menyatakan harapan agar konflik bersenjata segera dihentikan.

Meski mengecam serangan AS dan Israel terhadap Iran, Rusia dan Cina belum secara eksplisit memberikan dukungan militer langsung kepada Iran. Namun, mereka menunjukkan kepedulian terhadap situasi yang sedang berkembang.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menilai langkah AS dan Israel sebagai tindakan brutal yang melanggar prinsip moral kemanusiaan serta hukum internasional. Dalam telegram yang dikirimkan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Putin menyampaikan belasungkawa mendalam atas kematian Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Seyyed Ali Khamenei, beserta anggota keluarganya.

“Mohon terima belasungkawa terdalam saya atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Seyyed Ali Khamenei, dan anggota keluarganya,” kata Putin dalam telegramnya. Ia juga meminta Pezeshkian menyampaikan simpati dan dukungan tulus kepada keluarga dan sahabat pemimpin tertinggi serta seluruh rakyat Iran.

Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi, mengecam keras serangan AS dan Israel terhadap Iran. Ia menganggap tindakan tersebut tidak dapat diterima, terutama karena terjadi saat perundingan nuklir antara Teheran dan Washington sedang berlangsung. Wang Yi menilai pembunuhan secara terbuka terhadap pemimpin negara berdaulat serta upaya untuk memaksakan perubahan pemerintahan melanggar hukum internasional dan norma dasar hubungan antarnegara.

Ia menambahkan bahwa eskalasi konflik telah merambat ke kawasan Teluk Persia dan berpotensi membawa Timur Tengah ke situasi yang semakin berbahaya. Pemerintah Cina memandang perkembangan ini dengan keprihatinan mendalam.

Wang Yi menyatakan beberapa langkah mendesak yang perlu segera dilakukan. Ia menyerukan penghentian segera operasi militer guna mencegah meluasnya perang dan memastikan situasi tidak berkembang di luar kendali. “Cina menaruh perhatian besar terhadap keamanan negara-negara Teluk dan mendukung mereka untuk menahan diri,” ujarnya.

Selain itu, Cina mendorong semua pihak untuk segera kembali ke jalur dialog dan perundingan. Ia menegaskan bahwa setiap negara memiliki tanggung jawab untuk mengedepankan perdamaian dan mencegah pecahnya perang, serta mendesak pihak-pihak terkait agar kembali ke meja perundingan tanpa penundaan.

Wang Yi turut menyerukan penolakan bersama terhadap segala bentuk tindakan sepihak. Ia menilai serangan terhadap negara berdaulat tanpa otorisasi Dewan Keamanan PBB merupakan pelanggaran serius yang menggerus fondasi tatanan perdamaian global yang dibangun sejak berakhirnya Perang Dunia II. “Komunitas internasional harus mengirimkan pesan tegas menentang kembalinya hukum rimba dalam hubungan internasional,” ujarnya.

Lebih jauh, Wang Yi mengatakan dirinya telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov. Rusia menyatakan memiliki posisi yang sejalan dengan Cina dalam menyikapi perkembangan tersebut. Moskow juga menyatakan kesiapan untuk mempererat koordinasi dan komunikasi dengan Beijing, termasuk melalui forum-forum multilateral seperti PBB dan Organisasi Kerja Sama Shanghai guna menyerukan penghentian perang segera dan mendorong kembalinya proses perundingan diplomatik.

Korban dari Serangan Militer

Beberapa pejabat tinggi Iran tewas akibat serangan udara yang dioperasikan oleh pasukan gabungan AS dan Israel pada Sabtu, 28 Februari waktu setempat. Serangan tersebut antara lain menewaskan Pemimpin Agung (Ayatullah) Ali Hosseini Khamenei serta beberapa tokoh senior dalam struktur kepemimpinan Iran.

Selain itu, Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh dan Komandan Garda Revolusi Islam Iran Mohammed Pakpour juga dilaporkan tewas dalam insiden tersebut. Figur senior yang pernah menduduki jabatan strategis seperti Presiden Iran 2005-2013 Mahmouh Ahmadinejad juga dilaporkan wafat akibat aksi serangan itu.

Pos terkait