Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi di Seluruh Indonesia
Pada awal bulan Maret 2026, para pengguna kendaraan bermotor di Indonesia harus menyiapkan anggaran lebih besar untuk kebutuhan bahan bakar. Sejumlah perusahaan penyedia bahan bakar minyak (BBM) seperti Pertamina, Shell, BP, dan Vivo resmi menaikkan harga produk BBM nonsubsidi secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.
PT Pertamina (Persero) mengumumkan kenaikan ini sebagai bagian dari penyesuaian berkala yang berdasarkan pada formula harga dasar yang diatur dalam Kepmen ESDM. Kenaikan harga kali ini mencakup berbagai jenis bahan bakar dengan besaran yang bervariasi, mulai dari Rp 450 hingga Rp 1.000 per liter, tergantung pada jenis bahan bakar dan lokasi wilayahnya.
Di wilayah Jabodetabek, harga Pertamax (RON 92) yang sebelumnya dibanderol Rp 11.800 kini naik menjadi Rp 12.300 per liter. Sementara itu, kenaikan paling signifikan terjadi pada sektor diesel nonsubsidi seperti Pertamina Dex dan Dexlite, yang melonjak hampir Rp 1.000 per liter akibat dinamika harga minyak mentah dunia.
Langkah Pertamina juga diikuti oleh operator swasta lainnya. Shell Indonesia, BP-AKR, dan Vivo Energy terpantau menaikkan harga jual mereka mulai dini hari 1 Maret 2026. Untuk produk setara RON 92, ketiga operator tersebut kompak mematok harga di angka Rp 12.390 per liter, sedikit di atas harga Pertamax.
Berikut adalah daftar harga BBM Non-Subsidi per 1 Maret 2026 di wilayah dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5%:
- Pertamax (RON 92): Rp 12.300 per liter, naik Rp 500 dari sebelumnya Rp 11.800/liter
- Pertamax Green 95 (RON 95): Rp 12.900 per liter, naik Rp 450 dari bulan lalu Rp 12.450/liter.
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp 13.100 per liter, meningkat Rp 400 dari periode sebelumnya Rp 12.700/liter.
- Dexlite (CN 51): Rp 14.200 per liter, naik Rp 950 dari sebelumnya Rp 13.250/liter.
- Pertamina Dex: Rp 14.500 per liter, meningkat Rp 1.000 dari bulan lalu Rp 13.500/liter
- Pertalite (Subsidi): Rp 10.000/liter (tetap)
- Biosolar (Subsidi): Rp 6.800/liter (tetap)
Meskipun harga BBM nonsubsidi mengalami tren kenaikan, pemerintah memastikan bahwa harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap stabil dan tidak mengalami perubahan harga guna menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi ekonomi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat yang bergantung pada BBM bersubsidi untuk kebutuhan harian mereka.





