Sate Padang Pariaman: Rasa Pedas yang Menggugah Selera di Dagen Karanganyar

Inshot 20250323 195029750 Scaled 1
Inshot 20250323 195029750 Scaled 1

Sate Padang Ajo Pariaman, Rasa Pedas Gurih yang Berbeda dari Sate Madura

Di tengah keramaian kota Solo Raya, banyak ditemukan rumah makan Minang seperti warung nasi padang. Namun, bagaimana dengan sate khas Minangkabau? Jika belum pernah mencoba, ada satu tempat yang patut dikunjungi, yaitu Sate Padang Ajo Pariaman di Jalan Lawu, Desa Dagen, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.

Warung ini berada tepat di dekat SPBU Dagen dan menawarkan sate yang memiliki karakter rasa yang berbeda dibandingkan sate Madura yang biasanya lebih manis. Pemilik warung, Berry Ahmad (31), menjelaskan bahwa sate racikannya menyuguhkan rasa gurih dan pedas yang khas.

Proses Memasak yang Unik

Proses memasak sate di Sate Padang Ajo Pariaman tidak sederhana. Daging segar terlebih dahulu direbus dua kali menggunakan drum dan air yang berbeda agar teksturnya empuk. Setelah lunak, daging diiris tipis, dilumuri bumbu dan rempah, lalu ditusuk satu per satu.

Air rebusan daging tidak dibuang begitu saja, melainkan diolah menjadi kaldu sebagai bahan dasar kuah sate. Kaldu tersebut kemudian dicampur dengan 19 jenis rempah yang sudah dihaluskan, mulai dari bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, serai, hingga aneka cabai. Seluruh bumbu dijadikan satu dan dimasak selama 15 menit, sehingga menghasilkan rasa yang kaya dan melimpah.

Rasa yang Menggugah Selera

Salah satu ciri khas dari sate ini adalah aroma bawang yang khas. Proses pembakaran menggunakan campuran bawang dan minyak bekas menggoreng bawang, lalu dibakar di atas arang tempurung kelapa. Disajikan hangat, aromanya langsung menggoda.

Untuk pilihan daging, tersedia sate sapi dan ayam. Bagi pecinta jeroan, ada juga jantung, lidah, hingga usus sapi yang bisa dinikmati. Kuah yang disajikan lebih encer dan pedas gurih dari campuran sedikit kacang dan tepung.

Harga yang Terjangkau

Harga satu porsi sate cukup terjangkau. Satu porsi berisi 8 tusuk sate dan satu lontong atau 11 tusuk sate saja dibanderol Rp 17 ribu. Porsi spesial dengan lontong dan 11 tusuk atau 13 tusuk sate dijual Rp 27 ribu. Warung juga menyediakan paket setengah porsi dengan 5 tusuk sate dan lontong atau hanya 7 tusuk sate saja dengan harga Rp 11 ribu.

Waktu Operasional dan Kesesuaian

Warung ini buka setiap hari, mulai pukul 16.00 WIB hingga 02.00 WIB. Cocok untuk camilan sore sampai santap malam.

Perbedaan Kuah Antar Daerah

Berry menjelaskan bahwa ada perbedaan warna kuah antar daerah. Sate Padang Pariaman berbeda dengan Sate Padang Panjang dan Sate Padang Solok. Sate Pariaman memiliki kuah berwarna merah, sedangkan Sate Padang Panjang dibedakan dengan kuah sate yang berwarna kuning.

Jadi, jika ingin sensasi sate Padang dengan kuah merah pedas gurih khas Pariaman, tempat ini bisa jadi pilihan yang tepat.

Pos terkait