Satgas ODC Bongkar Identitas 3 Aktor Utama di Balik Teror Yahukimo: Ada Nama Meno Kogoya

Polda Papua Kini Buru Aktor Utama Intelektual Di Balik Kerusuhan Di Yahukimo 2
Polda Papua Kini Buru Aktor Utama Intelektual Di Balik Kerusuhan Di Yahukimo 2

Penyelidikan Kekerasan Bersenjata di Kabupaten Yahukimo Membuahkan Hasil Signifikan

Penyelidikan intensif terhadap serangkaian aksi kekerasan bersenjata di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, mulai menunjukkan hasil yang signifikan sejak awal Maret 2026. Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 berhasil memetakan keterlibatan sejumlah anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) dalam berbagai kasus pembunuhan dan penembakan yang meresahkan warga.

Fokus penyidikan kini mengarah pada pengungkapan peran spesifik para pelaku dalam aksi teror yang menargetkan warga sipil, aparat, hingga transportasi udara. Penegakan hukum menjadi prioritas utama untuk memutus rantai kekerasan yang telah berlangsung sejak tahun 2023.

Identifikasi Pelaku Utama

Kasatgas Humas ODC 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengumumkan satu identitas baru yang terkonfirmasi terlibat dalam berbagai aksi pidana fatal. Pelaku bernama Meno Kogoya teridentifikasi kuat sebagai aktor di balik pembunuhan dua pendulang emas pada September 2025. Jejak kriminal Meno juga mencakup penembakan kendaraan taktis Hilux Armor serta mobil sipil di penghujung tahun lalu.

Puncak aksinya terdeteksi pada 14 Januari 2026 saat menembak pesawat Hercules di Bandara Nop Goliat Dekai. “Jadi dia (Meno Kogoya) terlibat dalam pembunuhan dua pendulang emas, penembakan mobil Hilux, hingga penembakan pesawat Hercules,” ujar Yusuf dalam keterangan kepada media, Senin (2/3/2026).

Pelaku Lain yang Terlibat

Selain Meno Kogoya, polisi juga mendalami rekam jejak kriminal pelaku lain bernama Kotor Payage alias Kotoran Giban yang kini ditangani Polda Papua. Kotor diduga terlibat dalam rangkaian serangan bersenjata terhadap personel TNI Serka Segar Mulyana pada Juni 2025. Ia juga teridentifikasi ikut serta dalam aksi penembakan truk boks di Kilometer 7 Logpon pada akhir Januari 2026.

Pelaku lainnya, Homi Heluka, tercatat memiliki daftar panjang keterlibatan mulai dari pembakaran mobil polisi di Jalan Statistik hingga pembunuhan di Kali Silet. Kepala Satgas ODC 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan setiap kasus kekerasan berbasis bukti hukum yang kuat.

Damai Cartenz, kata Faizal, menjalankan operasi secara profesional dan proporsional guna memberikan kepastian hukum bagi masyarakat di wilayah pegunungan. Satgas juga memberikan perhatian khusus pada kelompok kriminal politik yang kerap menggunakan media sosial sebagai alat propaganda aksi kekerasan.

Upaya Penegakan Hukum dan Peningkatan Keamanan

Dokumentasi aksi penembakan sengaja disebarkan oleh kelompok ini untuk menciptakan ketakutan massal dan ketidakstabilan politik di wilayah Papua. “Penegakan hukum dilakukan secara profesional, proporsional, dan berbasis bukti guna menjamin rasa aman bagi warga,” tegas Faizal.

Wakil Kepala Satgas ODC 2026, Kombes Pol Adarma Sinaga, menambahkan bahwa tim siber sedang melakukan profiling mendalam terhadap penyebar narasi kekerasan. Aparat keamanan juga meningkatkan frekuensi patroli di titik-titik rawan serta memetakan basis persembunyian kelompok tersebut di hutan Yahukimo.

Penjagaan ketat di area bandara dan jalur logistik menjadi prioritas untuk mencegah terulangnya gangguan pada objek vital nasional. “Dengan adanya kerja sama antara masyarakat dan aparat keamanan, kami harapkan dapat mempercepat proses pemulihan situasi Kamtibmas secara menyeluruh,” pungkas Adarma.


Pos terkait