Satgas TNI-Polri Bentuk Baku Tembak dengan KKB: Sita 561 Amunisi dan Uang Rp 79,9 Juta

Aa1xnct2 2
Aa1xnct2 2



Aparat gabungan TNI-Polri yang terdiri dari Satgas Habema, Satgas Rajawali, dan Operasi Damai Cartenz-2026 melakukan tindakan penegakan hukum terhadap DPO yang mengaku sebagai Panglima Kodap III D, yaitu Dulla Aibon Kogoya, pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 22.40 WIT.

Dalam operasi tersebut, terjadi kontak tembak antara aparat dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Kelompok tersebut kemudian melarikan diri dan meninggalkan markas yang selama ini mereka kuasai. Aparat berhasil menguasai lokasi dan mengamankan sejumlah barang bukti.



Kontak Tembak di Markas Persembunyian

Penindakan dilakukan setelah aparat menerima informasi tentang keberadaan kelompok tersebut di salah satu markas persembunyian. Saat personel gabungan mendekati lokasi, kelompok bersenjata melakukan perlawanan sehingga terjadi baku tembak. Setelah beberapa waktu, kelompok tersebut kabur dan meninggalkan perlengkapan serta logistik.

Dalam penggeledahan, aparat menyita:
* 561 butir amunisi berbagai kaliber
* 10 magazine (termasuk untuk senjata jenis SS1 dan AK-101)
* 12 unit telepon genggam
* 5 unit handy talky (HT)
* Uang tunai Rp 79.900.000



Diduga Terkait Aksi Kekerasan Sebelumnya

Aparat juga menemukan dua unit ponsel yang diduga milik korban aksi kekerasan sebelumnya. Salah satu unit diduga milik anggota Brimob Batalion C yang gugur dalam penyerangan tahun lalu. Sementara satu unit lainnya diduga milik karyawan sipil atau petugas keamanan dalam peristiwa pembakaran pos pengamanan PT Kristalin di Nabire beberapa pekan lalu.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa operasi ini merupakan wujud kehadiran negara dalam menjaga keamanan. “Ini merupakan komitmen negara untuk hadir di tengah masyarakat ketika terjadi aksi-aksi kekerasan. TNI-Polri tidak akan tinggal diam. Kami akan terus melakukan pengejaran dan penegakan hukum terhadap para pelaku kelompok kriminal bersenjata hingga mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Brigjen Faizal Ramadhani, mengimbau masyarakat tetap tenang. “Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan jangan terpengaruh informasi yang belum resmi. Aparat keamanan akan bertindak tegas terhadap siapapun yang berupaya membuat kekacauan dan mengganggu stabilitas keamanan,” katanya.

Hingga saat ini, aparat gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi dan memburu para pelaku yang melarikan diri. Operasi disebut akan terus dilakukan secara terukur dan profesional untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua.

Pos terkait