Satu Tahun Kepemimpinan Kamarudin-Khairil: Digitalisasi, SMA Unggul Garuda, dan Umroh Gratis

Cover Bahasa Inggris Kelas 12 Tingkat Lanjut
Cover Bahasa Inggris Kelas 12 Tingkat Lanjut

Tahun Pertama Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Belitung Timur

Sejak dilantik pada 20 Februari 2025 lalu, pasangan Bupati Kamarudin Muten dan Wakil Bupati Khairil Anwar telah memimpin Kabupaten Belitung Timur selama satu tahun. Selama periode ini, pemerintahan mereka menunjukkan perubahan signifikan dalam berbagai sektor vital, termasuk birokrasi dan infrastruktur.

Dalam evaluasi satu tahun kepemimpinannya, pasangan tersebut menyatakan bahwa fondasi pembangunan telah ditegakkan dengan kuat. Tidak hanya layanan administratif yang meningkat, tetapi juga pembangunan fisik yang monumental. Salah satu contohnya adalah pembangunan SMA Unggul Garuda di Desa Mayang, Kecamatan Kelapa Kampit.

SMA Garuda diproyeksikan menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda Belitung Timur agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. “Sejak awal kami ingin memastikan pemerintahan berjalan efektif, pelayanan publik semakin cepat, dan program prioritas langsung menyentuh masyarakat, termasuk menghadirkan fasilitas pendidikan terbaik seperti SMA Unggul Garuda ini,” ujar Bupati Kamarudin Muten dalam keterangan persnya.

Perubahan di Sektor Layanan Publik

Selain sektor pendidikan, capaian yang paling mencolok adalah tuntasnya digitalisasi layanan publik hingga 100 persen. Saat ini, masyarakat Belitung Timur tidak lagi terjebak dalam birokrasi yang rumit, karena akses internet dan fasilitas hotspot sudah menjangkau seluruh desa. Hasilnya, tingkat penyelesaian pengaduan masyarakat kini mencapai 96 persen.

Di sisi keagamaan, program umrah gratis yang dijanjikan saat kampanye kini telah dirasakan manfaatnya. Pada tahun 2025, sebanyak delapan orang telah diberangkatkan ke Tanah Suci, dan rencananya pada tahun 2026 ini kuota akan ditambah menjadi sepuluh orang. “Kita bersyukur, tahun pertama sudah kita laksanakan untuk delapan orang. Tahun ini akan kita tambah menjadi sepuluh orang. Ini bentuk komitmen kami dalam pembinaan spiritual masyarakat,” ucap Kamarudin.

Perhatian pada Wilayah Terpencil dan Kepulauan

Perhatian terhadap wilayah terpencil dan kepulauan juga menjadi fokus utama. Pemerintah daerah mencatat kehadiran program makanan tambahan bergizi bagi 148 anak di empat pulau terluar, yakni Pulau Bukulimau, Pulau Long, Pulau Ketapang, dan Pulau Batun. Wakil Bupati Khairil Anwar menyebutkan, program ini lahir dari keprihatinan terhadap akses gizi anak-anak di pulau yang sering kali terbatas. “Anak-anak di kepulauan memiliki hak yang sama untuk tumbuh sehat dan cerdas,” kata Khairil.

Peningkatan Sektor Ekonomi Kerakyatan

Sektor ekonomi kerakyatan pun tidak luput dari sentuhan pemerintahan mereka. Melalui penyaluran mesin kapal bagi nelayan dan dukungan penuh bagi UMKM, Pemkab Beltim mencatat pembukaan lebih dari 2.700 lapangan kerja hanya dalam kurun waktu sepuluh bulan pertama. Bantuan sosial berupa santunan kebutuhan hidup sebesar Rp2 juta per keluarga bagi kepala keluarga prasejahtera juga telah direalisasikan. Ditambah dengan perlengkapan sekolah gratis dan perluasan BPJS Kesehatan, perlindungan sosial di Beltim kian menguat di bawah kepemimpinan mereka.

Tantangan di Tahun Kedua

Memasuki tahun kedua, Kamarudin Muten menyadari masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Namun, dengan fondasi yang sudah terbangun kokoh, mulai dari SMA Unggul Garuda hingga transformasi digital, ia optimistis akselerasi pembangunan akan berjalan lebih cepat. “Kami sadar masih banyak pekerjaan rumah. Namun fondasi sudah kita bangun. Tahun kedua ini akan kita percepat agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat Belitung Timur,” tutup Kamarudin.




Pos terkait