Satu Tahun Kepemimpinan Samaun-Donatus, Zulkifli: Pembangunan Manusia Belum Terlihat di Fakfak

82050716202 6 1 1
82050716202 6 1 1

Kritik terhadap Kepemimpinan Pemda Fakfak

Zulkifli Patipi, seorang pemuda asal Fakfak, Papua Barat, mengkritik kepemimpinan Samaun-Donatus dalam pemerintahan daerah selama setahun terakhir. Ia menyatakan bahwa tidak ada pembangunan manusia yang nyata terlihat dari pemerintah daerah tersebut.

“Kami tidak melihat pembangunan manusia yang dibangun selama satu tahun perjalanan roda pemerintahan Kabupaten Fakfak,” ujar Zulkifli Patipi di Fakfak, Sabtu (28/2/2026). Menurutnya, pemerintah lebih memprioritaskan mendatangkan investor dan pembangunan nonfisik, bukan fokus pada kesejahteraan masyarakat.

Ia menilai bahwa Fakfak saat ini sedang menghadapi krisis generasi muda yang membutuhkan perhatian serius. “Fakfak krisis anak muda. Kami butuh pemerintah hadir membangun rumah baca dan mengembangkan literasi di Tanah Mbaham Matta,” tegasnya.

Literasi sebagai Fondasi Penting

Zulkifli menekankan pentingnya literasi bagi generasi muda Papua. Ia mendorong adanya kelompok belajar di setiap kampung, perpustakaan kampung, hingga ruang baca terbuka agar anak muda terbiasa menganalisis, menulis, dan memecahkan masalah di era globalisasi.

Selain itu, ia meminta DPRK Fakfak lebih vokal menggaungkan isu literasi dan pembangunan manusia. “Kami berharap DPRK memprioritaskan peningkatan literasi, bukan hanya fokus pada pembangunan kota dan program MBG,” katanya.

Solusi untuk Meningkatkan Minat Baca

Sebagai solusi, Zulkifli mengusulkan DPRK menginisiasi kebijakan peningkatan minat baca melalui pengadaan Taman Bacaan Sekolah (TBS), Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Taman Bacaan Keliling (TBK), hingga Taman Bacaan Digital (TBD).

“Program-program tersebut diharapkan menjadi solusi konkret mengatasi rendahnya minat baca masyarakat Fakfak,” ujarnya.

Komunitas Lapak Baca Siboban Irak Igaimanawas yang ia pimpin saat ini masih fokus menggalang donasi buku untuk mengisi perpustakaan. “Harapan kami, pemerintah daerah dapat melihat kondisi literasi dan pendidikan di Kabupaten Fakfak sebagai prioritas yang harus segera ditangani,” pungkas Zulkifli.

Kebutuhan Aksi Nyata

Dalam pandangan Zulkifli, pemerintah daerah perlu mengambil langkah-langkah nyata untuk meningkatkan literasi dan pembangunan manusia. Ia menilai bahwa tanpa adanya perhatian serius terhadap masalah ini, generasi muda Fakfak akan terus menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran dan pengembangan diri. Dengan adanya inisiatif seperti Taman Bacaan, diharapkan masyarakat bisa lebih aktif dalam mengakses informasi dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Peran Komunitas dalam Pembangunan

Komunitas seperti Lapak Baca Siboban Irak Igaimanawas memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya literasi. Dengan menggalang donasi buku dan membangun ruang baca, komunitas ini berusaha memberikan akses kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk belajar dan berkembang.

Namun, Zulkifli menegaskan bahwa partisipasi komunitas saja tidak cukup. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan yang lebih besar, baik secara finansial maupun kebijakan, untuk memperluas cakupan program-literasi.

Harapan untuk Masa Depan Fakfak

Pandangan Zulkifli menunjukkan bahwa Fakfak membutuhkan pendekatan yang lebih holistik dalam pembangunan. Selain infrastruktur dan ekonomi, pemerintah juga harus memperhatikan aspek sosial dan budaya, terutama dalam menghadapi tantangan generasi muda.

Ia berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam hal pendidikan dan literasi. Dengan demikian, Fakfak dapat menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera di masa depan.

Pos terkait