Satu Tahun Pemimpinan Maesyal Rasyid dan Intan Nurul Hikmah, Infrastruktur Butuh Perhatian

Pks Rekom Moch Maisyal Rasyid
Pks Rekom Moch Maisyal Rasyid

Capaian dan Kritik dalam Pemerangement Kabupaten Tangerang

Setahun memimpin Kabupaten Tangerang, duet Bupati Moch. Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah (Maesyal-Intan) menorehkan sejumlah capaian di sektor kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik. Namun, di balik apresiasi tersebut, kritik tajam atas infrastruktur jalan, mitigasi banjir, hingga krisis guru masih butuh perhatian.

Dalam menjalankan roda pemerintahan periode 2025-2030, Maesyal-Intan menghadirkan lima program unggulan sebagai fokus pembangunan daerah, di antaranya Pemerintahan Inovatif, Maju dan Smart (PRIMA), Program Sosial Peningkatan Ekonomi Kerakyatan Daerah (PROSPEK), Talenta Unggul Generasi Sehat (TUNAS), Sekolah Terpadu Ramah Anak (SETARA), dan Sistem Lingkungan yang Aman, Ramah dan Berkesinambungan (SELARAS). Kelima program ini disusun sebagai bagian visi besar untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Tangerang sejahtera dan berdaya saing.

Capaian di Bidang Kesehatan

Di bidang kesehatan, Pemkab Tangerang meraih penghargaan sebagai salah satu di antara 50 pemerintah daerah berkinerja baik dalam program percepatan penurunan stunting secara nasional. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka kepada Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025, di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu (12/11/25).

Capaian di Bidang Pendidikan

Di bidang pendidikan, pada 2025 Pemkab Tangerang secara resmi menandatangani nota kesepahaman bersama (MoU) program sekolah jenjang SD dan SMP swasta gratis dengan Satuan Pendidikan Swasta Penyelenggara Sekolah Gratis. Sebanyak 51 SD dengan total sekitar 15.000 siswa dan 128 SMP dengan kurang lebih 33.000 siswa sudah resmi mendapatkan fasilitas sekolah gratis.

Capaian di Bidang SDM

Sementara di bidang SDM, Pemerintah Kabupaten Tangerang resmi melantik 8.205 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Dari total 8.205 PPPK Paruh Waktu yang dilantik, masing-masing, terdiri atas 3.809 tenaga guru, 509 tenaga kesehatan, dan 3.887 tenaga teknis.

Pelayanan Administrasi Kependudukan

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, salah satu program unggulan yang telah diimplementasikan, yakni perluasan Pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk). Ia menuturkan, masyarakat kini dapat melakukan pencetakan KTP-el dan Kartu Identitas Anak (KIA) secara langsung di kecamatan masing-masing tanpa harus datang ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) di Tigaraksa.

“Perluasan pelayanan adminduk ini merupakan bagian dari program unggulan kami, yakni Pelayanan Prima. Pelayanan ini untuk meningkatkan mutu dan mendekatkan ke masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan, sehingga cukup datang ke kecamatan masing-masing,” katanya.

Banjir Kritik

Dalam setahun terakhir ini, kepemimpinan Maesyal-Intan juga sering kali dikritik karena kebijakan yang dianggap keliru dan penanganan berbagai masalah dinilai belum maksimal. Seperti pembangunan Tugu Titik Nol yang menelan anggaran hingga Rp2,3 miliar. Pembangunan yang difungsikan sebagai zona literasi digital ini sempat menghebohkan publik karena dibangun dengan harga yang fantastis.

Terbaru, masyarakat menyoroti banyaknya ruas jalan yang mengalami kerusakan sedang hingga parah di sejumlah titik wilayah Kabupaten Tangerang. Menurut catatan, pihak kepolisian, setidaknya terdapat empat orang tewas akibat kecelakaan di Jalan Raya Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang selama Februari 2026. Jalan rusak diduga sebagai pemicu kecelakaan tersebut.

Aksi Mahasiswa

Setahun Maesyal-Intan memimpin Kabupaten Tangerang juga diwarnai aksi mahasiswa Universitas Insan Pembangunan Indonesia (Unipi) dan Universitas Pramita Tangerang (Unpri). Aksi digelar di Halaman Kantor Bupati Tangerang, Tigaraksa pada Senin (23/2/2026). Puluhan mahasiswa yang datang menuntut agar Pemerintah Kabupaten Tangerang segera melakukan perbaikan di setiap lini.

Evaluasi DPRD

Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhammad Amud irit berkomentar. Ia mengatakan, program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang Maesyal-Intan sudah berjalan cukup baik. DPRD akan terus mendukung kebijakan dan program eksekutif demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing.

Langkah Konkret

Selain krisis guru, persoalan infrastruktur juga disorot. Masih banyak ruang kelas dalam kondisi rusak serta status tanah sejumlah sekolah negeri yang belum tersertifikasi. Dengan APBD yang mencapai lebih dari Rp 8 triliun, PDIP menilai, alokasi anggaran pendidikan harus benar-benar berdampak pada perbaikan fasilitas dan kualitas pembelajaran.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Agus Supriatna memaparkan berbagai langkah strategis terus digulirkan untuk menjawab tantangan kekurangan guru hingga kebutuhan infrastruktur sekolah. Di sisi infrastruktur, pemerintah daerah tetap mengalokasikan minimal 20 persen APBD untuk sektor pendidikan. Anggaran itu difokuskan pada rehabilitasi ruang kelas rusak, pembangunan unit sekolah baru di wilayah padat penduduk, serta pemenuhan sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar.


Pos terkait