Kinerja Pembangunan Jakarta di Tahun Pertama Pemimpinan Pramono Anung dan Rano Karno
Pada tahun pertama kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno, DPRD DKI Jakarta memberikan penilaian positif terhadap pembangunan yang dilakukan. Mereka menilai bahwa pembangunan di ibu kota semakin progresif, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Beberapa bidang yang menjadi perhatian utama dalam pembangunan Jakarta antara lain penanganan banjir, pengembangan transportasi, serta penambahan ruang terbuka hijau (RTH). Hal ini tidak hanya menjadi bukti kerja nyata dari pemerintah provinsi, tetapi juga menunjukkan fondasi pembangunan yang kuat untuk lima tahun ke depan.
Ketua Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta, Yuke Yurike, menyampaikan bahwa arah pembangunan Jakarta di bawah kepemimpinan Pramono-Rano tidak hanya ambisius secara statistik, tetapi juga memberikan dampak nyata yang langsung menyentuh kebutuhan warga. Berbagai program strategis yang diterapkan oleh pemerintah provinsi menunjukkan capaian yang jelas, baik dari sisi infrastruktur, pelayanan publik, maupun penguatan ekonomi daerah.
Perencanaan yang Lebih Sistematis dan Berbasis Data
DPRD DKI Jakarta juga melihat adanya perencanaan yang lebih sistematis dan berbasis data. Setiap tahapan pembangunan memiliki indikator kinerja yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Sinergi antara perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan menjadi kunci agar pembangunan Jakarta terus berjalan efektif, transparan, dan berkelanjutan.
“Yang paling penting, manfaatnya benar-benar dirasakan warga Jakarta. Percuma kalau hanya angka statistik yang naik, tetapi masyarakat tidak merasakan dampaknya secara langsung,” ujar Yuke dalam pernyataannya, Senin (2/3/2026).
Penanganan Banjir sebagai Fokus Utama
Menurut Yuke, penanganan banjir menjadi salah satu langkah yang mulai menunjukkan dampak positif. Salah satunya dengan memprioritaskan Normalisasi Sungai Ciliwung. “Yang paling terasa memang di penanganan banjir. Walaupun belum sepenuhnya selesai, paling tidak sudah ada keputusan untuk fokus menyelesaikan penataan salah satu sungai,” kata Yuke.
Selain itu, Yuke mengapresiasi Pemprov DKI Jakarta yang telah memperluas jaringan transportasi hingga ke wilayah penyangga. Perluasan layanan tersebut dapat membantu mengurangi kemacetan di sejumlah wilayah. Namun, ia mengimbau agar penyesuaian tarif dan kebijakan subsidi transportasi tetap perlu kajian secara matang agar tidak membebani masyarakat.
Pengembangan Ruang Terbuka Hijau dan Lingkungan
Selain itu, lanjut Yuke, sektor lingkungan, pembukaan dan pengembangan ruang terbuka hijau (RTH) juga dinilai cukup aktif dilakukan dalam setahun terakhir. “Ke depan, persoalan sampah juga perlu menjadi perhatian serius. Tapi sejauh ini, tiga hal yang paling terasa adalah penanganan banjir, pengembangan transportasi, dan penambahan ruang terbuka hijau,” ucap dia.
Kepemimpinan yang Merangkul Berbagai Lapisan Masyarakat
Selain infrastruktur, Yuke menyoroti gaya kepemimpinan Pramono-Rano yang dinilai mampu merangkul berbagai lapisan masyarakat. Hal itu menjadi indikator bahwa program-program yang dijalankan memberikan dampak nyata bagi warga.
Meski demikian, ia mengingatkan masih banyak tantangan yang harus dihadapi, terutama terkait keterbatasan fiskal daerah. Kondisi tersebut menuntut pemerintah lebih cermat dalam menentukan skala prioritas. “Dengan fiskal yang terbatas, Pemprov harus benar-benar selektif. Program yang dipilih harus mampu menjawab kebutuhan Jakarta sebagai kota modern, sekaligus tetap menyentuh masyarakat secara langsung,” tegas dia.
Masalah Kemiskinan dan Kesenjangan Sosial
Selain itu, Yuke menyoroti persoalan kemiskinan dan kesenjangan sosial yang masih cukup tinggi, termasuk sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas yang tidak boleh diabaikan. “Kondisi ini memang tidak mudah. Tapi saya optimistis, dengan kepemimpinan yang mengayomi dan dukungan yang kuat, berbagai persoalan tersebut dapat diatasi secara bertahap,” pungkas Yuke Yurike.





