Arab Saudi dan Qatar Berupaya Meredakan Konflik Pakistan-Afghanistan
Beberapa negara di kawasan Timur Tengah, termasuk Arab Saudi dan Qatar, dikabarkan turut serta dalam upaya meredakan ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan. Informasi ini diperoleh dari seorang sumber yang tidak disebutkan identitasnya, yang menyampaikan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk mencegah eskalasi konflik yang dapat mengancam stabilitas keamanan wilayah.
“Arab Saudi sedang berkoordinasi dengan Qatar untuk menciptakan dialog antara Pakistan dan Afghanistan. Tujuan utama adalah memastikan situasi tetap terkendali dan tidak menimbulkan kerugian lebih besar,” ujar sumber tersebut.
Serangan Udara Besar-besaran oleh Pakistan ke Afghanistan
Respons dari Arab Saudi dan Qatar terjadi setelah Pakistan melakukan serangan udara besar-besaran ke beberapa wilayah di Afghanistan pada Jumat pagi waktu setempat. Serangan ini melibatkan tiga daerah utama, yaitu Ibu Kota Kabul, Kandahar, dan Paktia. Menurut Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, target serangan ini adalah pasukan milisi Taliban yang berada di ketiga wilayah tersebut.
“Target pertahanan Taliban Afghanistan menjadi sasaran di Kabul, Provinsi Paktia, dan Kandahar,” tulis Tarar di platform X.
Sementara itu, Juru Bicara Perdana Menteri Pakistan, Mosharraf Zaidi, mengklaim bahwa setidaknya 133 pasukan Taliban tewas dalam serangan tersebut. Selain itu, sekitar 200 anggota Taliban lainnya mengalami luka-luka.
Balasan atas Serangan dari Afghanistan
Menurut pemerintah Pakistan, serangan ini dilakukan sebagai balasan atas serangan Afghanistan di wilayah perbatasan pada Kamis (26/2/2026). Dalam serangan tersebut, pasukan Afghanistan berhasil menewaskan 10 pasukan Pakistan dan merebut 13 pos militer Pakistan.
Afghanistan sendiri mengklaim bahwa serangan yang dilakukannya pada Kamis kemarin merupakan balasan atas serangan Pakistan pada Minggu (22/2/2026). Saat itu, pasukan Pakistan juga menyerang pasukan Afghanistan di wilayah perbatasan.
Pakistan mengklaim telah berhasil membasmi 70 pasukan Afghanistan dalam serangan tersebut. Namun, Afghanistan membantah klaim ini. Mereka juga menambahkan bahwa sejumlah warga sipil menjadi korban akibat serangan Pakistan.

Konflik yang Memanas dalam Beberapa Bulan Terakhir
Selama beberapa bulan terakhir tahun 2026, konflik antara Pakistan dan Afghanistan semakin memanas. Kedua negara saling melakukan serangan di daerah perbatasan hingga menewaskan puluhan jiwa.
Pakistan mengklaim telah melakukan upaya diplomasi dengan Afghanistan agar perang tidak terus berlangsung. Langkah ini juga dilakukan untuk menjaga stabilitas di perbatasan. Sayangnya, Afghanistan tidak kooperatif dan terus melakukan serangan-serangan ke pasukan Pakistan. Oleh karena itu, Pakistan tidak punya pilihan lain selain melakukan serangan balasan kepada mereka.
“Pakistan telah melakukan segala upaya untuk menjaga situasi tetap normal melalui cara langsung dan melalui negara-negara sahabat. Mereka terlibat dalam diplomasi penuh. Namun, Taliban menjadi proksi bagi India,” kata Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif.

Penyebab Konflik Pakistan-Afghanistan
Konflik yang terjadi antara Pakistan dan Afghanistan disebabkan oleh sengketa wilayah. Selain itu, konflik juga diperparah karena Pakistan menuduh Afghanistan mendukung kelompok Taliban dalam melakukan teror di Pakistan.
Sebetulnya, Afghanistan telah membantah tuduhan tersebut. Namun, Pakistan bersikukuh bahwa Afghanistan menjadi salah satu pendukung Taliban di belakang layar. Hal ini membuat ketegangan antara kedua negara semakin sulit diselesaikan.





