NASA mengawali tahap baru pengujian terbang untuk konsep sayap aliran laminar eksperimental yang dikenal sebagai CATNLF (Compact Advanced Technology Nonplanar Laminar Flow). Teknologi ini dipasang pada pesawat riset F-15B, memungkinkan evaluasi aerodinamika dalam kondisi nyata tanpa perlu mengembangkan pesawat yang sepenuhnya baru.
Untuk keperluan pengujian, para insinyur memasang model sayap sepanjang sekitar 40 inci (sekitar 1 meter) dalam posisi vertikal di bawah badan pesawat jet. Konfigurasi ini memungkinkan pengukuran perilaku aliran udara dalam lingkungan operasional, mengurangi biaya, dan mempercepat siklus validasi teknologi.

Penerbangan pertama fokus pada keselamatan dan perluasan amplop penerbangan
Penerbangan perdana berlangsung sekitar 75 menit. Menurut peneliti utama proyek, Michelle Banchi, tujuan awalnya adalah menunjukkan bahwa F-15B dapat beroperasi secara aman dan dapat diprediksi dengan prototipe terpasang.
“Penerbangan pertama terutama difokuskan pada perluasan amplop penerbangan,” jelas Banchi. Secara teknis, ini berarti mengevaluasi secara bertahap berbagai ketinggian, kecepatan, dan sikap terbang untuk memverifikasi stabilitas, kendali, dan integritas struktural sebelum melanjutkan ke profil yang lebih menantang.
Uji berikutnya akan lebih menantang
Kampanye ini mencakup setidaknya 15 penerbangan tambahan yang akan memperkenalkan rezim operasional yang semakin kompleks. Pada tahap ini, para insinyur akan:
- Mengubah kondisi kecepatan dan sudut serang
- Memantau transisi antara aliran laminar dan turbulen
- Membandingkan data nyata dengan model dinamika fluida komputasional

Pemantauan aliran dilakukan menggunakan kamera inframerah. Karena turbulensi menghasilkan pemanasan permukaan yang berbeda dibandingkan aliran laminar, variasi termal memungkinkan pemetaan yang presisi mengenai lokasi terjadinya transisi aerodinamika pada permukaan sayap eksperimental.
Potensi penghematan bahan bakar
Konsep aliran laminar dianggap strategis bagi penerbangan sipil dan militer. Dengan mengurangi hambatan aerodinamika, sayap yang dirancang untuk mempertahankan aliran laminar lebih lama dapat secara signifikan menurunkan konsumsi bahan bakar dan emisi.
Jika pengujian mengonfirmasi hasil yang diharapkan, teknologi CATNLF dapat memengaruhi desain pesawat masa depan, berkontribusi pada efisiensi energi yang lebih tinggi, pengurangan biaya operasional, serta dampak lingkungan yang lebih rendah di sektor penerbangan.





