Segera Menjelang Lebaran, Antrean Emak-emak Memadati Gerakan Pangan Murah di Lamandau

Aa1xpin5 1
Aa1xpin5 1



NANGA BULIK, .CO

– Pemerintah Kabupaten Lamandau melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), Selasa (3/3/2026). Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 H mendatang.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Bulik itu, dibuka secara resmi oleh Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra melalui Asisten III Pemkab Lamandau, Friaraiyatini. Agenda tersebut langsung disambut antusias oleh ribuan masyarakat yang memadati lokasi sejak pagi.

Selain untuk menyambut lebaran, GPM menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi serta menjaga daya beli masyarakat di Kabupaten Lamandau.

Dalam sambutannya, Asisten III Friaraiyatini menekankan pemenuhan pangan adalah fondasi utama dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Pemerintah berkewajiban menjamin ketersediaan, keterjangkauan, dan pemenuhan konsumsi pangan yang cukup, aman, serta bergizi bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa menjelang hari besar keagamaan, permintaan bahan pangan strategis biasanya melonjak, sehingga berpotensi memicu kenaikan harga. Oleh karena itu, GPM hadir sebagai solusi nyata untuk menekan angka inflasi dan membantu masyarakat, terutama keluarga prasejahtera.

“Kami menyediakan tujuh komoditas strategis dengan harga yang telah disubsidi. Upaya ini dilakukan melalui kerja sama dengan distributor dan pelaku usaha lokal guna memastikan rantai pasok tetap lancar,” jelasnya lagi.

Sementara Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lamandau, Dr. Aprimeno Sabdey, menjelaskan bahwa kegiatan ini merujuk pada amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan serta instruksi Badan Pangan Nasional.

“Tujuan utama GPM adalah stabilisasi pasokan dan harga, serta meningkatkan daya beli masyarakat melalui harga yang terjangkau,” kata Aprimeno.

Dalam operasi pasar ini, pemerintah memberikan subsidi berkisar antara 5 hingga 35 persen dari Harga Eceran Tertinggi (HET) di pasar. Berikut adalah rincian harga komoditas yang tersedia:

  • Beras Premium 5 Kg Rp 67.000 (Rp 86.000) – Rp 19.000
  • Telur Ayam Ras 1 Piring Rp 53.000 (Rp 67.000) – Rp 14.000
  • Minyak Goreng 1 Liter Rp 16.000 (Rp 22.000) – Rp 6.000
  • Gula Pasir Lokal 1 Kg Rp 15.000 (Rp 18.000) – Rp 3.000
  • Bawang Putih 1 Kg Rp 33.000 (Rp 50.000) – Rp 17.000
  • Bawang Merah 1 Kg Rp 36.000 (Rp 51.600) – Rp 15.600
  • Cabai Rawit 0,5 Kg Rp 30.000 (Rp 42.500*) – Rp 12.500

Harga cabai disesuaikan dari HET Rp 85.000/kg.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, panitia menyiapkan stok dalam jumlah besar, mencakup 950 sak beras premium, 950 liter minyak goreng, serta ratusan kilogram telur dan bumbu dapur.

“Diharapkan dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat dapat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan hingga Idul Fitri dengan tenang tanpa terbebani oleh lonjakan harga bahan pokok,” pungkas Aprimeno Sabdey.

Pos terkait