Peran BUMK dalam Penguatan Ekonomi Kampung
Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, menekankan pentingnya memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) sebagai penggerak utama pendapatan kampung. Menurutnya, BUMK tidak boleh hanya dianggap sebagai bentuk formalitas, tetapi harus berfungsi secara efektif dan berkelanjutan.
Pengoptimalan BUMK dinilai menjadi kunci untuk memperkuat kemandirian pendapatan desa, terlebih di tengah tantangan fiskal yang semakin dinamis. Muhammad Said menyatakan bahwa potensi ekonomi kampung masih sangat besar dan perlu dikelola secara profesional melalui BUMK. Ia menegaskan:
“Saya berharap BUMK bisa dimaksimalkan. Saya melihat banyak potensi di kampung, apalagi kita patut bersyukur karena banyak perusahaan yang bersedia bermitra dengan masyarakat.”
Ia menambahkan bahwa kemitraan dengan perusahaan tidak bisa sepenuhnya mengandalkan program tanggung jawab sosial atau CSR dalam bentuk dana tunai. Setiap perusahaan memiliki mekanisme dan standar tersendiri dalam menyalurkan dukungan. Oleh karena itu, BUMK perlu diaktifkan sebagai jembatan kerja sama dengan pihak ketiga agar kolaborasi yang terbangun bersifat produktif dan berkelanjutan, bukan sekadar bantuan sesaat.
Pendekatan yang Efektif dalam Pengajuan Proposal
Muhammad Said juga mengingatkan agar pola pengajuan proposal tidak hanya dilakukan saat momentum kegiatan seremonial atau perayaan. Ia menilai pendekatan seperti itu membuat penggunaan dana kurang efektif dan tidak berdampak jangka panjang bagi ekonomi kampung.
Sebagai contoh, ia menyoroti keberhasilan BUMK Pegat Bukur yang mampu mencatatkan pendapatan hingga Rp 103 juta. Dari capaian tersebut, BUMK tersebut bahkan dapat menyalurkan beasiswa dan bantuan sembako kepada masyarakat kurang mampu.
“Padahal mereka setiap tahun kena bencana banjir tapi masih bisa berinovasi,” ungkapnya. Keberhasilan itu menunjukkan bahwa inovasi dan manajemen yang baik mampu mengatasi berbagai keterbatasan, termasuk tantangan bencana alam.
Pemanfaatan Aset Kampung untuk Pendapatan Tambahan
Selain penguatan BUMK, Muhammad Said juga mendorong pemerintah kampung untuk memanfaatkan aset yang belum terpakai agar dapat menghasilkan pendapatan tambahan. Skema penyewaan aset kepada retail modern maupun pelaku usaha lokal dinilai bisa menjadi alternatif pemasukan.
“Kalau ada aset kampung belum terpakai silakan disewakan saja,” pintanya. Dengan optimalisasi BUMK dan pemanfaatan aset kampung secara produktif, ia berharap kampung-kampung di Berau mampu memperkuat kemandirian ekonomi serta tidak hanya bergantung pada transfer anggaran semata.
Kesiapan Menghadapi Tantangan Fiskal
Dalam rangka memperkuat kemandirian ekonomi kampung, Muhammad Said menekankan pentingnya kesiapan dalam menghadapi tantangan fiskal yang semakin dinamis. Ia menyarankan agar pemerintah kampung lebih proaktif dalam mengelola sumber daya yang ada.
Ia juga menekankan perlunya pembinaan dan pelatihan terhadap pengelola BUMK agar dapat mengelola usaha dengan lebih profesional. Selain itu, pentingnya adanya koordinasi antara pemerintah kampung dengan pihak swasta untuk menciptakan sinergi yang saling menguntungkan.
Masa Depan Ekonomi Kampung yang Berkelanjutan
Dengan komitmen dan langkah-langkah konkret yang diambil oleh pemerintah kampung, diharapkan ekonomi kampung di Berau dapat berkembang secara berkelanjutan. Dengan memaksimalkan potensi yang ada, kampung-kampung di Berau tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.





