Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat Berlangsung di 104 Titik
Saat ini, proses pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat sedang berlangsung di 104 titik yang tersebar di berbagai daerah. Setiap sekolah dirancang untuk menampung hingga 1.000 siswa yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu.
Target Penerimaan Siswa Baru Tahun Ajaran 2026
Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyiapkan penjangkauan siswa baru untuk Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026 dengan target sekitar 30 ribu siswa. Jika ditambahkan dengan hampir 16 ribu siswa dari angkatan sebelumnya, total jumlah siswa Sekolah Rakyat diperkirakan mencapai sekitar 46 ribu orang. Ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam jumlah peserta didik yang mengikuti program pendidikan khusus ini.
Pelatihan untuk Menjaga Integritas Proses Penerimaan
Untuk menjaga integritas dalam penerimaan siswa baru, Kemensos melakukan pelatihan kepada pendamping sosial, khususnya pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), yang terlibat dalam proses penjangkauan calon siswa. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan bahwa tidak boleh ada praktik titipan, kongkalikong, atau bayar-membayar. Hanya keluarga yang berada di desil 1 atau 2 (DTSEN) yang dapat diterima setelah melalui proses asesmen.
Proses Asesmen dan Verifikasi
Hasil asesmen tersebut kemudian diajukan kepada kepala daerah untuk diverifikasi dan divalidasi sebelum ditetapkan secara resmi sebagai siswa Sekolah Rakyat. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa hanya keluarga yang benar-benar memenuhi syarat yang mendapatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat.
Pengajuan Pembangunan Sekolah di 100 Kabupaten dan Kota
Di luar 104 titik yang sedang dibangun, sekitar 100 kabupaten dan kota telah mengajukan pembangunan Sekolah Rakyat dan menunggu tahap berikutnya. Proses ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari berbagai daerah dalam membangun infrastruktur pendidikan yang layak.
Seleksi Kelayakan Lahan
Seleksi kelayakan lahan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan memastikan bahwa status lahan tidak bermasalah. Sementara itu, Kemensos mendampingi pemerintah daerah dalam pemenuhan persyaratan yang diperlukan.
Prestasi Akademik dan Nonakademik
Dalam tujuh bulan operasional, siswa Sekolah Rakyat mencatat sejumlah prestasi akademik dan nonakademik yang menggembirakan. Gus Ipul, salah satu tokoh yang terlibat dalam program ini, menyampaikan rasa gembira atas capaian yang sudah dicapai. Ia berharap para kepala sekolah dan tenaga kependidikan bisa mempertahankan pencapaian yang sudah ada serta terus meningkatkan kualitas pendidikan.





