Selama 2025, BPBD Catat 1.325 Penanganan Bencana di Kota Ambon

Pj Walikota Ambon 2
Pj Walikota Ambon 2

Penanganan Bencana Alam di Kota Ambon

Sebanyak 1.325 kejadian bencana alam telah ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon sejak Februari hingga November 2025. Angka ini merupakan hasil pengumpulan data dari lima kecamatan yang ada di kota tersebut, yaitu Baguala, Leitimur Selatan, Nusaniwe, Sirimau, dan Teluk Ambon.

Bencana-bencana yang terjadi mencakup berbagai jenis seperti tanah longsor, cuaca ekstrem, banjir, kebakaran permukiman, serta pohon tumbang. BPBD Kota Ambon telah melakukan berbagai penanganan untuk mengatasi dampak-dampak yang muncul akibat bencana tersebut.

Berdasarkan data yang dirilis oleh BPBD, Kecamatan Sirimau menjadi wilayah dengan jumlah kejadian bencana alam terbanyak, yaitu sebanyak 937 kejadian. Diikuti oleh Kecamatan Nusaniwe dengan 172 kejadian, kemudian Kecamatan Leitimur Selatan dengan 117 kejadian, Kecamatan Baguala dengan 78 kejadian, dan Kecamatan Teluk Ambon dengan jumlah terendah, yaitu 21 kejadian.

Penanganan bencana alam ini dilakukan dalam kurun waktu Bulan Februari-November 2025. Kepala Pelaksana BPBD Kota Ambon, Frits Tatipikalawan, membenarkan adanya penanganan tersebut. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana alam, terutama saat cuaca ekstrem disertai angin kencang.

Ia menyampaikan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kesadaran akan risiko bencana. Dua hal utama yang perlu diperhatikan adalah tidak berlindung di bawah pohon rindang dan menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat memicu banjir.

“Baik di wilayah rawan maupun yang dianggap tidak rawan, tetap harus diantisipasi agar aman,” ujarnya kepada Tribun Ambon.com, Senin (2/3/2026).

Selain itu, ia juga berharap masyarakat dapat melakukan penanganan secara mandiri. Hal ini termasuk menebang pohon yang berpotensi tumbang dan membersihkan lingkungan sekitar. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat bisa lebih siap menghadapi bencana alam yang bisa terjadi kapan saja.

Berbagai Jenis Bencana yang Terjadi

  • Tanah Longsor: Sering terjadi di daerah dataran tinggi atau lereng yang curam.
  • Cuaca Ekstrem: Termasuk hujan deras, angin kencang, dan badai.
  • Banjir: Biasanya terjadi akibat curah hujan tinggi atau saluran air yang tidak lancar.
  • Kebakaran Permukiman: Dapat disebabkan oleh korsleting listrik atau kesalahan penggunaan alat.
  • Pohon Tumbang: Umumnya terjadi saat angin kencang atau hujan deras.

Rekomendasi dari BPBD Kota Ambon

  • Masyarakat diminta untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca.
  • Menghindari berlindung di bawah pohon rindang saat terjadi cuaca buruk.
  • Menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
  • Melakukan pencegahan sendiri seperti menebang pohon yang berpotensi tumbang.
  • Memastikan saluran air lancar untuk mencegah banjir.

Peran Masyarakat dalam Pencegahan Bencana

Masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah dan mengurangi dampak bencana alam. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Membuat kebiasaan membersihkan lingkungan sehari-hari.
  • Melakukan pemeriksaan rutin terhadap pohon di sekitar rumah.
  • Membuat rencana darurat bersama keluarga.
  • Mengikuti informasi dari instansi terkait mengenai kondisi cuaca dan bencana.

Dengan kolaborasi antara BPBD dan masyarakat, diharapkan kejadian bencana alam dapat diminimalkan dan dampaknya dapat lebih cepat ditangani.


Pos terkait