Kegiatan Donor Darah di Bulan Ramadan untuk Memenuhi Kebutuhan Stok Darah
Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Tasikmalaya kembali menggelar kegiatan donor darah selama bulan Ramadan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memastikan stok darah tetap cukup, terutama dalam memenuhi kebutuhan berbagai rumah sakit di wilayah tersebut.
Kegiatan donor darah diadakan di dua lokasi berbeda, yaitu Alun-alun Singaparna dan wilayah Ceungceum, Leuwisari. Pada setiap lokasi, para calon pendonor harus melalui beberapa tahapan pemeriksaan kesehatan sebelum dinyatakan layak mendonorkan darahnya. Proses ini mencakup pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin, serta wawancara mengenai riwayat kesehatan.
Pada lokasi pertama, Alun-alun Singaparna, sebanyak 41 orang mendaftar sebagai pendonor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 orang berhasil memenuhi syarat dan berhasil menyumbangkan darahnya. Sementara itu, di lokasi kedua yang berada di wilayah Ceungceum, Leuwisari, kegiatan ini melibatkan warga setempat. Sebanyak 35 orang mendaftar, namun hanya 11 orang yang berhasil mendonorkan darah setelah melalui proses skrining kesehatan.
Strategi Donor Darah di Malam Hari
Kepala Bidang Umum UTD PMI Kabupaten Tasikmalaya, Tonton Ferdian, menjelaskan bahwa pelaksanaan donor darah di malam hari selama Ramadan merupakan strategi untuk tetap menjaga partisipasi masyarakat tanpa mengganggu ibadah puasa. “Selama Ramadan, kami biasanya menggelar donor darah setelah waktu berbuka atau malam hari. Ini untuk mengakomodasi masyarakat yang ingin tetap berdonor tanpa merasa khawatir mengganggu kondisi fisik saat berpuasa,” jelasnya.
Menurut Tonton, setiap calon pendonor wajib melalui tahapan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin, serta wawancara riwayat kesehatan. Dari total 76 orang yang mendaftar di dua lokasi, sebanyak 33 orang berhasil mendonorkan darahnya.
Kebutuhan Darah di Kabupaten Tasikmalaya
Stok darah menjadi hal penting dalam menangani berbagai kondisi medis, seperti pasien operasi, ibu melahirkan, penderita anemia, maupun pasien penyakit kronis lainnya. Kebutuhan darah di Kabupaten Tasikmalaya rata-rata mencapai puluhan kantong per hari untuk memenuhi permintaan dari berbagai rumah sakit.
Tonton Ferdian mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi partisipasi semua pihak, baik dari Ormas BBC, unsur Polres, Kodim, maupun warga di Ceungceum. “Ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama tetap tinggi,” ujarnya.
Rencana Masa Depan UTD PMI
Ke depan, UTD PMI Kabupaten Tasikmalaya berencana terus mengintensifkan kegiatan donor darah keliling selama Ramadan di sejumlah titik lainnya. “Guna memastikan stok darah tetap aman dan kebutuhan pasien dapat terpenuhi, kita bakal keliling ke titik lain selama ramadan,” tutup Tonton.
Kegiatan Donor Darah di Bulan Ramadan
Kegiatan donor darah di bulan Ramadan ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan stok darah, tetapi juga menjadi ajang sosial yang mempererat hubungan antara masyarakat dan institusi kesehatan. Melalui kegiatan ini, masyarakat diimbau untuk tetap aktif berpartisipasi dalam memberikan bantuan nyata kepada sesama.





