Rupiah Mengalami Penguatan Sementara
Pada perdagangan Selasa (3/3/2025) pagi, nilai tukar atau kurs rupiah mengalami penguatan terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data yang dirilis hingga pukul 09.41 WIB, kurs rupiah berada di level Rp16.859 per dolar AS atau menguat 9 poin (+0,05 persen) dibandingkan dengan posisi sebelumnya.
Sebelumnya, pada akhir perdagangan Senin (2/3/2025), rupiah melemah terhadap dolar AS, yaitu pada posisi Rp16.868 per dolar AS. Meskipun terjadi penguatan sementara, para ahli pasar keuangan memprediksi bahwa rupiah akan menghadapi tekanan hari ini.
Rupiah Masih Akan Tertekan Hari Ini
Pengamat pasar keuangan, Lukman Leong, menilai bahwa rupiah masih akan mengalami tekanan hari ini. Hal tersebut dipengaruhi oleh situasi dan kondisi yang sedang terjadi di kawasan Timur Tengah. Menurut Lukman, sentimen risiko (risk off) yang masih tinggi akan memengaruhi investor untuk lebih waspada terhadap aset-aset berisiko seperti mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
“Rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dolar AS di tengah sentimen yang masih risk off pada umumnya oleh eskalasi di Timur Tengah,” ujarnya kepada IDN Times, Selasa pagi.
Bank Indonesia Siap Lakukan Intervensi
Meskipun ada tekanan dari luar, Lukman menilai bahwa pelemahan rupiah tidak akan dibiarkan bergerak terlalu liar. Dia memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan segera turun tangan melakukan intervensi. Intervensi ini bertujuan untuk menjaga kestabilan kurs dengan menyeimbangkan pasokan dan permintaan valuta asing di pasar, sehingga fluktuasi harga dolar tidak sampai menekan mata uang Garuda terlalu dalam.
“BI diperkirakan akan mengintervensi dan membatasi pelemahan,” kata Lukman.
Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini
Sejak awal tahun, rupiah mencatatkan pelemahan sebesar 0,81 persen. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir atau 52 minggu, nilai tukar rupiah bergerak di rentang Rp16.079 hingga level terlemahnya di Rp17.224 per dolar AS.
Untuk perdagangan hari ini, Lukman memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif. Dia memproyeksikan kurs rupiah akan bergerak dalam rentang harga Rp16.800 hingga Rp16.950 per dolar AS.
Perkembangan Terkini di Pasar Keuangan
Perkembangan terkini di pasar keuangan menunjukkan bahwa sentimen global tetap menjadi faktor utama dalam menentukan arah pergerakan rupiah. Kenaikan harga minyak mentah dunia yang disebabkan oleh ketegangan di kawasan Timur Tengah juga memberikan dampak terhadap anggaran pemerintah Indonesia. Sebagai respons atas kenaikan harga minyak, pemerintah telah menambah belanja sebesar Rp10,3 triliun di APBN.
Prediksi dan Analisis Pasar
Selain itu, para analis memperkirakan bahwa rupiah akan terus menghadapi tekanan dari sisi eksternal, terutama jika situasi di Timur Tengah semakin memburuk. Namun, BI diharapkan mampu mengendalikan volatilitas kurs dengan langkah-langkah intervensi yang tepat. Para investor juga diminta untuk tetap waspada dan memantau perkembangan secara berkala agar dapat mengambil keputusan investasi yang tepat.





