Selat Hormuz Tertutup, Data Perdagangan RI, Iran, Oman, dan UEA Terungkap

Aa1xlpxk 3
Aa1xlpxk 3



Perang di kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap arus perdagangan Indonesia. Khususnya setelah jalur pelayaran di Selat Hormuz ditutup akibat serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada minggu lalu. Meski begitu, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa dampak pasti dari konflik ini terhadap kinerja ekspor-impor nasional masih perlu penelitian lebih lanjut.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa belum ada kesimpulan pasti mengenai potensi efek tambahan dari konflik tersebut. “Untuk melihat potensi dampak jika konflik meningkat, tentunya ini diperlukan kajian yang lebih lanjut lagi,” ujar Ateng dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Senin (2/3).

Data Perdagangan dengan Negara di Sekitar Selat Hormuz

Ateng kemudian menjelaskan nilai perdagangan Indonesia dengan tiga negara yang berada di jalur Selat Hormuz, yaitu Iran, Oman, dan Uni Emirat Arab (UEA). Berikut rinciannya:

Impor Nonmigas dari Iran

Nilai impor nonmigas dari Iran mencapai USD 8,4 juta. Komoditas utamanya adalah buah-buahan (HS08) senilai USD 5,9 juta, diikuti besi dan baja sebesar USD 0,8 juta, serta mesin dan peralatan mekanis beserta bagiannya (HS84) sebesar USD 0,7 juta.

Impor Nonmigas dari Oman

Impor nonmigas dari Oman mencapai USD 718,8 juta. Komoditas utama adalah besi dan baja sebesar USD 590,5 juta. Selain itu, terdapat bahan kimia organik (HS29) sebesar USD 56,7 juta, serta garam, belerang, batu dan semen (HS25) sebesar USD 44,2 juta.

Impor Nonmigas dari Uni Emirat Arab

Impor nonmigas dari Uni Emirat Arab tercatat sebesar USD 1,4 miliar. Komoditas dominannya berupa logam mulia dan perhiasan sebesar USD 511,1 juta, aluminium dan barang daripadanya sebesar USD 181,6 juta, serta garam, belerang, batu dan semen sebesar USD 43,2 juta.

Ekspor Nonmigas ke Negara-Negara Tersebut

Dari sisi ekspor, nilai perdagangan Indonesia dengan negara-negara tersebut juga cukup besar.

Ekspor Nonmigas ke Iran

Ekspor nonmigas ke Iran tercatat sebesar USD 249,1 juta. Didominasi oleh buah-buahan (HS08) sebesar USD 86,4 juta, kendaraan dan bagiannya (HS87) sebesar USD 34,1 juta, serta lemak dan minyak hewan nabati (HS15) sebesar USD 22 juta.

Ekspor Nonmigas ke Oman

Ekspor nonmigas ke Oman mencapai USD 428,8 juta. Komoditas utama adalah lemak dan minyak hewan nabati sebesar USD 227,7 juta, kendaraan dan bagiannya sebesar USD 64,2 juta, serta bahan mineral (HS27) sebesar USD 48,1 juta.

Ekspor Nonmigas ke Uni Emirat Arab

Ekspor nonmigas ke Uni Emirat Arab menjadi yang terbesar, yaitu sebesar USD 4 miliar. Komoditas utamanya meliputi lemak dan minyak hewan nabati sebesar USD 510,3 juta, kendaraan dan bagiannya sebesar USD 363,5 juta, serta logam mulia dan perhiasan sebesar USD 183,6 juta.

Pos terkait