Selat Hormuz Tertutup, Data Perdagangan RI ke Iran, Oman, UEA

Aa1gtxqb 1
Aa1gtxqb 1

Jalur Pelayaran Strategis Selat Hormuz

Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran yang paling strategis di dunia. Jalur ini menghubungkan arus perdagangan minyak mentah, gas alam cair (LNG), serta komoditas non-energi dari kawasan Teluk Persia ke berbagai negara tujuan ekspor. Secara geografis, Selat Hormuz terletak antara Iran di bagian utara dan Oman serta Uni Emirat Arab di bagian selatan.

Akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada hari Minggu (1/3), saat ini jalur pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan ditutup. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas perdagangan global.

Peran Indonesia dalam Perdagangan dengan Negara di Jalur Selat Hormuz

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa ekspor impor dari negara-negara yang berada di jalur Selat Hormuz yaitu Iran, Oman, dan UEA. Dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta, Senin (2/3/2026), ia menjelaskan nilai perdagangan Indonesia sepanjang 2025 dengan tiga negara tersebut.

Impor Nonmigas dari Iran

Indonesia mencatat impor dari Iran sebesar 8,4 juta dolar AS. Komoditas terbesarnya adalah buah-buahan (HS08) senilai 5,9 juta dolar AS, diikuti besi dan baja sebesar 0,8 juta dolar AS, serta mesin dan peralatan mekanis beserta bagiannya (HS84) sebesar 0,7 juta dolar AS.

Rincian Impor Nonmigas dari Oman dan UEA

Impor nonmigas dari Oman mencapai 718,8 juta dolar AS, dengan komoditas utama besi dan baja sebesar 590,5 juta dolar AS. Selain itu, terdapat bahan kimia organik (HS29) sebesar 56,7 juta dolar AS, serta garam, belerang, batu dan semen (HS25) sebesar 44,2 juta dolar AS.

Sementara itu, nilai impor nonmigas dari Uni Emirat Arab tercatat sebesar 1,4 miliar dolar AS. Komoditas dominannya berupa logam mulia dan perhiasan sebesar 511,1 juta dolar AS, aluminium dan barang daripadanya sebesar 181,6 juta dolar AS, serta garam, belerang, batu dan semen sebesar 43,2 juta dolar AS.

Ekspor Nonmigas ke Iran

Dari sisi ekspor, kinerja perdagangan nonmigas Indonesia ke negara-negara di jalur Selat Hormuz tercatat cukup signifikan. Ekspor ke Iran mencapai 249,1 juta dolar AS, yang didominasi komoditas buah-buahan sebesar 86,4 juta dolar AS, diikuti kendaraan dan bagiannya 34,1 juta dolar AS, serta lemak dan minyak hewan/nabati 22 juta dolar AS.

Ekspor Nonmigas ke Oman dan UEA

Ekspor nonmigas ke Oman lebih tinggi, yakni 428,8 juta dolar AS. Komoditas utamanya berupa lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 227,7 juta dolar AS, kemudian kendaraan dan bagiannya 64,2 juta dolar AS, serta bahan mineral 48,1 juta dolar AS.

Adapun ekspor nonmigas ke Uni Emirat Arab (UEA) menjadi yang terbesar, menembus 4,0 miliar dolar AS. Rinciannya meliputi lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 510,3 juta dolar AS, kendaraan dan bagiannya 363,5 juta dolar AS, serta logam mulia dan perhiasan 183,6 juta dolar AS.

Meski demikian, BPS belum dapat memastikan besaran potensi gangguan perdagangan akibat memanasnya situasi geopolitik di kawasan tersebut. “Terkait berapa persen yang mungkin akan terganggu, ini tentunya perlu dilakukan kajian lebih lanjut,” ujar Ateng.

Pos terkait