Proses Seleksi Sekda Kabupaten Madiun
Proses seleksi terbuka untuk jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun telah memasuki tahap akhir. Empat pejabat yang mengikuti seleksi ini adalah Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Madiun Didik Harianto, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sigit Budiarto, Kepala Dinas Perhubungan Suryanto, dan Kepala Badan Pendapatan Daerah Yudi Hartono.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Madiun, Heru Kuncoro, menjelaskan bahwa saat ini proses seleksi masih dalam tahap pengusulan rekomendasi ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). Ia menegaskan bahwa persetujuan dari BKN diperlukan sebelum bupati dapat melakukan pemilihan dan pelantikan.
“Harus ada persetujuan dari BKN. Setelah itu baru Pak Bupati yang memilih. Ini sudah proses administrasi input aplikasi ke BKN,” ujar Heru pada Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, empat nama pendaftar tersebut telah melalui penilaian oleh panitia seleksi. Nantinya, BKN akan mengerucutkan 4 nama menjadi 3 nama yang direkomendasikan. Dari ketiga nama tersebut, salah satu akan dipilih dan dilantik sebagai Sekda Kabupaten Madiun.
“Tes itu berlangsung di Solo. Tes kedua di Surabaya, penulisan makalah dan wawancara dengan panitia seleksi, dari BKD Provinsi, Inspektorat Provinsi, Kemendagri, kemudian dua akademisi,” imbuh Heru.
Tahapan seleksi sebelumnya juga mencakup asesmen potensi diri pribadi. Proses ini bertujuan untuk menilai kualitas dan kompetensi para peserta secara menyeluruh.
Proses Seleksi dan Persiapan Pelantikan
Heru menekankan bahwa kewenangan sepenuhnya berada di tangan Bupati Madiun terkait pelantikan jabatan Sekda. Meskipun demikian, pihaknya memperkirakan bahwa semua tahapan seleksi jabatan Sekretaris Daerah akan rampung pada akhir Februari.
“Harapannya pejabat baru bisa bersinergi, bekerja sama dengan semua pimpinan OPD sehingga target visi misi Pak Bupati dan Wakil Bupati bisa terlaksana dengan baik,” tambah Heru.
Proses seleksi ini tidak hanya menguji kemampuan teknis para peserta, tetapi juga kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan kepemimpinan di tingkat daerah. Tes dan wawancara yang dilakukan bertujuan untuk memastikan bahwa calon Sekda memiliki kapasitas yang memadai untuk menjalankan tugasnya.
Tantangan dan Harapan
Dengan adanya proses seleksi yang transparan dan terbuka, diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas tentang kualitas dan kompetensi setiap peserta. Hal ini juga menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa jabatan Sekda Kabupaten Madiun diisi oleh orang yang tepat dan mampu memimpin dengan baik.
Selain itu, pelantikan Sekda baru diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam pemerintahan daerah. Dengan adanya kerja sama yang baik antara Sekda dan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), target visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati dapat tercapai secara maksimal.





