Seluruh Penumpang Doha Dievakuasi dari Bandara

115096424 Bandaradoha.jpg
115096424 Bandaradoha.jpg

Penumpang Qatar Airways Terjebak di Bandara Doha Akibat Serangan di Dubai

Seorang pejabat perusahaan besar, Veranita Yosephine Sinaga, Direktur Enterprise & Business Service Telkom, menjadi salah satu penumpang maskapai Qatar Airways yang terjebak di Bandara Internasional Hamad, Doha. Penerbangan dengan nomor QR 145 yang ia tumpangi pada Sabtu (28/2) dini hari awalnya mendarat untuk melakukan transit selama tiga jam di Doha sebelum melanjutkan perjalanan ke Barcelona. Namun, situasi berubah drastis setelah pesawat yang ia tumpangi kembali harus memutar balik.

“Sudah terbang sebenarnya, jadi satu jam di penerbangan menuju Barcelona, pesawatnya diinstruksikan untuk putar balik,” ujar Vera saat berada di Bandara Doha kepada IDN Times. Ia menjelaskan bahwa pihak maskapai memberi instruksi untuk kembali ke Doha karena adanya gangguan di wilayah udara.

Kini, Vera masih menunggu hingga wilayah udara atau airspace dibuka kembali. Pada pukul 07.31 waktu Doha, seluruh penumpang diwajibkan dievakuasi dari bandara. Menurut informasi yang diperoleh, evakuasi dilakukan karena terdapat serangan di Bandara Dubai.

“Sekarang kita harus evakuasi ke luar airport. Nampaknya karena airport Dubai ada serangan,” ujarnya. Vera dan beberapa penumpang lainnya kini telah dievakuasi ke salah satu hotel di luar bandara. “Hotel Pullman di luar bandara,” tambahnya.

Situasi Kekacauan di Bandara Doha

Peristiwa ini memicu kekacauan di Bandara Internasional Hamad. Banyak penumpang yang mengalami kesulitan karena tidak bisa melanjutkan perjalanan akibat pembatasan lalu lintas udara. Sejumlah pihak berwenang sedang berupaya memastikan keamanan dan keselamatan para penumpang serta staf bandara.

Selain itu, KBRI Abu Dhabi juga mengimbau warga negara Indonesia (WNI) untuk tetap berada di rumah dan melaporkan diri. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat situasi yang tidak stabil.

Langkah-Langkah yang Diambil oleh Otoritas

Otoritas bandara dan pihak maskapai sedang bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini. Beberapa langkah telah diambil, termasuk:

  • Pemantauan terhadap situasi keamanan di sekitar wilayah udara.
  • Koordinasi dengan otoritas penerbangan nasional dan internasional.
  • Penyediaan tempat penginapan sementara bagi para penumpang yang terjebak.

Pihak maskapai juga memberikan informasi terkini kepada penumpang tentang status penerbangan mereka. Namun, sampai saat ini, belum ada kepastian kapan jalur udara akan kembali dibuka.

Peran KBRI dalam Situasi Ini

KBRI Abu Dhabi telah aktif dalam memantau situasi dan memberikan bantuan kepada WNI yang terkena dampak. Mereka memberi panduan kepada warga negara Indonesia untuk tetap tenang dan mengikuti petunjuk dari pihak berwenang.

Dalam situasi seperti ini, penting bagi semua pihak untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi yang diberikan oleh otoritas terkait. Selain itu, para penumpang juga diminta untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri serta lingkungan sekitar.


Pos terkait