Senjata AS yang Serang Iran: F-35, F-18, Tomahawk, hingga Drone Kamikaze

Aa1xikxw 1
Aa1xikxw 1

Senjata-Senjata yang Digunakan AS dalam Serangan terhadap Iran

Pada hari Sabtu (28/2/2026), Amerika Serikat (AS) melakukan serangan terhadap sejumlah target di Iran menggunakan berbagai jenis senjata canggih. Serangan ini mencakup rudal Tomahawk, pesawat tempur siluman, dan untuk pertama kalinya, drone bunuh diri berbiaya rendah yang menyerupai desain dari Iran.

Drone Bunuh Diri yang Mirip dengan Shahed Iran

Dalam operasi tersebut, militer AS menggunakan drone bunuh diri yang disebut Lucas, yang diproduksi oleh Spectroworks di Phoenix, Arizona. Berdasarkan foto yang dikeluarkan oleh Pentagon, drone ini tampak sangat mirip dengan drone Shahed yang digunakan oleh Iran. Meski perusahaan tersebut tidak memberikan komentar terkait penggunaan drone ini, Pentagon menyatakan bahwa ini adalah pertama kalinya mereka menggunakan drone serupa dengan Shahed.

Drone Lucas memiliki biaya sekitar $35.000, yang membuatnya menjadi pilihan yang ekonomis bagi militer. Penggunaan drone dalam peperangan semakin meningkat, terutama setelah konflik Rusia di Ukraina mendorong negara-negara lain untuk mengembangkan strategi baru yang dikenal sebagai “massal yang terjangkau”—memiliki jumlah besar senjata yang relatif murah dan mudah didapatkan.

Rudal Tomahawk: Senjata Jarak Jauh yang Akurat

Rudal Tomahawk adalah rudal jelajah jarak jauh yang biasanya diluncurkan dari laut untuk menyerang target di daratan. Dengan kemampuan presisi tinggi, rudal ini dapat mengenai target hingga jarak 1.600 kilometer, bahkan di wilayah udara yang dijaga ketat. Panjangnya sekitar 6,1 meter dan berat sekitar 1.510 kilogram.

Raytheon, anak perusahaan RTX, memproduksi rudal Tomahawk, yang bisa diluncurkan baik dari darat maupun laut. Menurut data anggaran Pentagon, AS berencana membeli 57 unit rudal ini pada tahun 2026. Biaya rata-rata per unit sekitar $1,3 juta. Selain itu, ada upaya terus-menerus untuk meningkatkan produksi dan modifikasi sistem pemandu rudal ini.

Kesepakatan antara Raytheon dan Pentagon bertujuan untuk meningkatkan produksi rudal Tomahawk hingga mencapai 1.000 unit per tahun. Angkatan bersenjata AS dan sekutunya telah melakukan uji terbang rudal Tomahawk yang dilengkapi GPS dan menggunakan senjata ini dalam lingkungan operasional, termasuk saat pasukan angkatan laut AS dan Inggris meluncurkan rudal Tomahawk ke posisi Houthi di Yaman.

Pesawat Tempur F-35 dan F-18 dalam Operasi

Komando Pusat AS merilis foto dan video yang menunjukkan penggunaan jet tempur F-35 dan F-18 dalam serangan terhadap Iran. F-35 adalah pesawat tempur siluman generasi kelima yang mampu menghindari deteksi radar dan membawa amunisi berpemandu presisi. AS telah mengerahkan F-35 secara luas di seluruh Timur Tengah.

Boeing memproduksi F-18, sebuah pesawat tempur multiperan yang mampu melakukan misi udara-ke-udara dan udara-ke-darat. Pesawat ini juga mampu membawa berbagai macam bom dan rudal. F-35 dapat membawa berbagai jenis rudal, termasuk yang mampu mencari dan menghancurkan instalasi radar musuh. Angkatan Udara Israel juga menggunakan pesawat ini dalam operasi mereka.

Pos terkait