Serangan AS-Israel di Iran, 555 orang tewas

Serangan Udara AS-Israel Mengakibatkan 555 Korban Tewas di Iran

Pada hari Senin, 2 Maret 2026, Bulan Sabit Merah Iran melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak Sabtu meningkat menjadi 555 orang. Hal ini terjadi pada hari ketiga setelah serangan tersebut.

Serangan gabungan tersebut menargetkan 131 daerah pemukiman di seluruh wilayah Iran, demikian disampaikan dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh Kantor Berita Fars. Pernyataan tersebut mengonfirmasi kematian sebanyak 555 orang, tetapi tidak memberikan data terperinci mengenai jumlah korban luka.

Menurut laporan dari Kantor Berita Mehr seperti yang dilansir Al Jazeera, sedikitnya 35 orang tewas pada pagi hari Senin di provinsi Fars, yang berada di bagian selatan Iran. Selain itu, lebih dari 20 orang juga dinyatakan tewas dalam serangan yang terjadi di Lapangan Niloofar di Teheran.

Kantor Berita Fars melaporkan bahwa setidaknya dua orang tewas di kota Sanandaj, yang terletak di tengah Israel, setelah beberapa bangunan tempat tinggal di dekat kantor polisi kota hancur. Sementara itu, Kantor Berita Tasnim menyebutkan bahwa pasukan AS dan Israel menjatuhkan enam rudal di berbagai bagian kota, termasuk lingkungan padat penduduk.

Otoritas Iran juga melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Israel terhadap sekolah putri di Minab pada Sabtu meningkat menjadi 180 orang. Hossein Kermanpour, kepala hubungan masyarakat di Kementerian Kesehatan Iran, menambahkan bahwa rudal “jenis yang sama” digunakan untuk menyerang Rumah Sakit Gandhi di Teheran pada Ahad. Rumah sakit tersebut mengalami kerusakan parah, dan para pasien dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Jumlah korban terakhir yang diumumkan oleh Bulan Sabit Merah Iran pada Sabtu adalah 201 orang tewas dan 747 orang luka. Namun, situasi terus berubah seiring dengan peningkatan jumlah korban yang dilaporkan.

Kampanye militer gabungan AS-Israel yang diluncurkan terhadap Iran pada Sabtu telah menewaskan beberapa pejabat senior Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai tanggapan, Teheran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, aset AS, serta negara-negara Teluk.

Perkembangan Terkini

Serangan yang terjadi pada akhir pekan lalu menunjukkan eskalasi konflik yang sangat tinggi antara Iran dan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam serangan tersebut. Berbagai laporan media lokal dan internasional menunjukkan bahwa dampak serangan ini sangat besar, baik secara fisik maupun psikologis bagi masyarakat Iran.

Beberapa wilayah yang terkena serangan mengalami kerusakan berat, termasuk infrastruktur kritis seperti rumah sakit dan sekolah. Ini menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan warga sipil dan kemampuan sistem kesehatan untuk menangani situasi darurat.

Selain itu, serangan ini juga menciptakan ketegangan regional yang semakin memburuk. Negara-negara tetangga dan organisasi internasional mulai mengecam tindakan yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Iran.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Dampak dari serangan ini tidak hanya terbatas pada korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga berdampak pada stabilitas sosial dan ekonomi. Banyak keluarga kehilangan anggota keluarga mereka, sementara banyak usaha dan bisnis terpaksa tutup akibat kerusakan yang terjadi.

Masyarakat Iran kini harus menghadapi tantangan baru, termasuk kebutuhan akan bantuan kemanusiaan dan perlindungan dari ancaman serangan lanjutan. Pemerintah Iran juga berusaha memperkuat pertahanan nasional dan mempercepat proses pemulihan di wilayah yang terkena dampak.

Perspektif Internasional

Secara internasional, kejadian ini menimbulkan perhatian yang tinggi dari berbagai pihak. Beberapa negara dan organisasi internasional menyerukan dialog dan penyelesaian damai untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut. Namun, hingga saat ini belum ada solusi konkret yang dapat diterima oleh semua pihak terkait.

Konflik ini juga mengangkat isu penting tentang hak asasi manusia dan perlindungan warga sipil dalam situasi perang. Berbagai lembaga kemanusiaan dan aktivis global terus memantau perkembangan situasi ini dan menuntut transparansi serta akuntabilitas dari semua pihak yang terlibat.

Pos terkait